Wapres Tanzania Mundur Mendadak Gegara Tak Sejalan dengan Presiden
Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi membuat keputusan mengejutkan dengan menyatakan mundur dari jabatannya.
fin.co.id - Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi membuat keputusan mengejutkan dengan menyatakan mundur dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut tercatat sebagai yang pertama dilakukan seorang wakil presiden dalam sejarah Tanzania.
BBC International melaporkan pada Kamis, 27 Agustus 2026, Nchimbi mengumumkan keputusannya melalui surat singkat yang diunggah di akun Instagram miliknya. Ia menyebut langkah tersebut diambil untuk menghormati keinginan Presiden Tanzania Samia Suluhu Hassan.
Keputusan itu muncul di tengah kabar mengenai memburuknya hubungan antara Nchimbi dan Samia dalam beberapa pekan terakhir. Pengunduran diri tersebut juga terjadi kurang dari 10 bulan setelah Nchimbi resmi menduduki posisi sebagai wakil presiden.
Nchimbi, yang kini berusia 54 tahun, mengatakan dirinya akan meninggalkan kehidupan publik pada akhir pekan depan. Keputusannya telah dikonfirmasi oleh sumber di lingkungan kantor wakil presiden serta pihak kepresidenan.
Baca Juga
Dalam pernyataannya, Nchimbi mengungkapkan bahwa sebelumnya dirinya telah menyampaikan komitmen kepada Samia untuk mengundurkan diri apabila presiden menghendaki adanya wakil presiden baru.
"Saya telah menjadi yakin, tanpa keraguan, bahwa presiden menginginkan perubahan, dan oleh karena itu saya telah memutuskan untuk memenuhi janji saya," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Samia, partai berkuasa Chama Cha Mapinduzi (CCM), serta masyarakat Tanzania yang selama ini memberikan kepercayaan dan dukungan kepadanya.
Nchimbi memastikan proses pengunduran dirinya dilakukan berdasarkan ketentuan konstitusi. Setelah meninggalkan pemerintahan, ia menyatakan akan tetap menjalankan perannya sebagai warga negara Tanzania.
Pernyataan soal Konstitusi Diduga Jadi Pemicu
Spekulasi mengenai keretakan hubungan Nchimbi dengan Samia mencuat setelah sejumlah pernyataan politik yang disampaikannya secara terbuka.
Baca Juga
Salah satu yang menjadi sorotan adalah seruannya kepada masyarakat Tanzania untuk mendorong lahirnya konstitusi baru. Pada bulan lalu, Nchimbi bahkan menyebut terdapat peluang agar konstitusi tersebut dapat diwujudkan sebelum 2030.
Menurut Nchimbi, perubahan konstitusi diperlukan untuk menjawab berbagai persoalan yang berkaitan dengan ketidakadilan, perlindungan hak asasi manusia, tata kelola pemerintahan, hingga demokrasi.
Pengunduran diri Nchimbi juga terjadi setelah pemilu Tanzania yang berlangsung pada Oktober tahun lalu. Saat itu, Nchimbi dan Samia tampil sebagai pasangan yang memenangkan pemilihan dan kemudian dilantik pada November setelah meraih sekitar 98 persen suara.
Namun, hasil pemilu tersebut tidak lepas dari kontroversi. Sengketa pemilu memicu aksi demonstrasi yang berujung kekerasan. Berdasarkan penyelidikan resmi, sedikitnya 500 orang dilaporkan tewas.
Kelompok oposisi dan organisasi hak asasi manusia kemudian menuding aparat keamanan melakukan tindakan keras terhadap demonstran yang memprotes pemerintah setelah pemungutan suara.