Kapal Tankernya Diserang Iran di Selat Hormuz, Arab Saudi Murka!
Arab Saudi mengecam serangan Iran terhadap kapal Saudi di Selat Hormuz yang menewaskan dua pelaut asal Filipina.
fin.co.id - Arab Saudi mengecam keras serangan Iran terhadap kapal Saudi yang melintas di Selat Hormuz hingga menewaskan dua pelaut. Pada Rabu, 2 September 2026, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Saudi menyampaikan kecaman atas insiden tersebut sekaligus menyoroti serangan Iran terhadap sejumlah negara tetangga.
Kemenlu Saudi menyatakan, bahwa Kerajaan Arab Saudi mengecam "tindakan Iran yang menargetkan kapal tanker Saudi (Sidr) saat melintasi Selat Hormuz, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di antara awak kapal tanker tersebut."
Perusahaan pelayaran nasional Bahri sebelumnya mengonfirmasi bahwa kapal SIDR terlibat dalam insiden keamanan saat melintasi selat tersebut awal pekan ini. Insiden itu menyebabkan dua pelaut meninggal dunia.
Arab Saudi Kecam Serangan Iran ke Negara Tetangga
Selain menyoroti serangan terhadap kapal Saudi, Kemenlu Saudi juga mengecam serangan Iran terhadap Bahrain, Yordania, dan Kuwait. Kerajaan Saudi menegaskan solidaritas penuhnya kepada negara-negara tersebut, serta mendukung langkah yang mereka ambil untuk menjaga keamanan dan kedaulatan dari berbagai ancaman.
Baca Juga
Kementerian tersebut juga menegaskan pentingnya menghentikan eskalasi dan menjaga keselamatan pelayaran internasional. Selain itu, keamanan pasokan energi global, kedaulatan negara, serta penghormatan terhadap hukum dan norma internasional menjadi perhatian Saudi.
"Kerajaan menekankan perlunya menghentikan eskalasi serta menghormati keamanan dan keselamatan pelayaran internasional, keamanan pasokan energi global, prinsip-prinsip hidup bertetangga yang baik, kedaulatan negara, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta hukum dan norma internasional," sebut pernyataan Kemenlu Saudi.
Arab Saudi, tambah kementerian tersebut, menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan eskalasi. Saudi juga meminta semua pihak menghormati hukum internasional serta kembali menempuh perundingan dan solusi damai.
Bahri Konfirmasi Dua Pelaut Tewas
Perusahaan pelayaran nasional Arab Saudi, Bahri, mengonfirmasi pada hari Rabu bahwa salah satu kapalnya, SIDR, terlibat dalam insiden keamanan saat melintasi Selat Hormuz awal pekan ini. Perusahaan tersebut juga memastikan dua pelaut tewas dalam insiden itu.
Baca Juga
Bahri menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa insiden tersebut terjadi pada hari Senin sekitar pukul 23.40 waktu setempat. Perusahaan kemudian menyampaikan kabar duka atas meninggalnya dua awak kapal asal Filipina.
"Dengan rasa duka yang mendalam, Bahri mengonfirmasi hilangnya dua pelaut asal Filipina akibat insiden tersebut," demikian bunyi pernyataan itu.
Lebih lanjut, Bahri menyatakan tetap menjalin komunikasi dengan kapal tersebut dan berkoordinasi erat dengan pihak berwenang terkait serta para pemangku kepentingan industri maritim. Perusahaan juga terus "memantau perkembangan situasi."
“Keselamatan dan kesejahteraan insan Bahri tetap menjadi prioritas utama, dan perusahaan berkomitmen untuk terus beroperasi sesuai dengan standar tertinggi keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan,” demikian penutup pernyataan tersebut.