Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Gubernur Jatim Minta SPPG Berbenah Total
Khofifah meminta SPPG di Jawa Timur mengevaluasi pengiriman makanan setelah 644 santri Ponpes Manba'ul Hikam diduga keracunan.
fin.co.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyoroti pengelolaan distribusi makanan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah ratusan santri di Sidoarjo mengalami dugaan keracunan. Ia meminta SPPG di wilayah Jawa Timur melakukan evaluasi dan berbenah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Khofifah meminta SPPG di daerah memperhatikan waktu pengiriman makanan. Permintaan tersebut muncul setelah ditemukan perbedaan jam pengiriman yang diduga memicu peristiwa keracunan terhadap 644 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbau'ul Hikam Sidoarjo usai mengonsumsi makanan dari SPPG Tanggulangin Kali Tengah.
"Ada makanan yang dikirim jam 11.00 lebih, dan dikonsumsi pada jam 12.30-13.00 siang. Ini lah yang kemudian ditemukan ada masalah," kata Khofifah usai mengunjungi pasien korban keracunan yang masih dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Kamis, 3 September 2026.
Khofifah Soroti Waktu Pengiriman Makanan
Khofifah menjelaskan bahwa SPPG Tanggulangin Kali Tengah tidak hanya melayani Ponpes Manba'ul Hikam. SPPG tersebut juga melayani 18 lembaga pendidikan lain di wilayah setempat.
Baca Juga
Pada hari kejadian, makanan dari SPPG telah selesai dimasak pada pukul 05.00 WIB. Setelah itu, petugas mengantar sebagian makanan pada pukul 07.00 WIB.
Menurut Khofifah, makanan yang dikirim tersebut sudah bisa dimanfaatkan penerima pada pukul 10.00 WIB. Ia menyebut makanan yang sampai ke 18 lembaga pendidikan lain tidak menimbulkan dampak.
Dirinya menuturkan bahwa temuan tersebut juga telah dilaporkan kepada kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Laporan itu diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak terkait sehingga kejadian serupa tidak terulang.
Kondisi Santri yang Masih Dirawat
Di sisi lain, Khofifah menyampaikan perkembangan kondisi santri Ponpes Manba'ul Hikam yang menjalani perawatan setelah dugaan keracunan makanan. Hingga kini, tersisa 27 orang santri yang masih dirawat di RSI Siti Hajar Sidoarjo.
Baca Juga
Dari jumlah tersebut, 24 santri dapat kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, tiga santri lainnya masih menjalani observasi di rumah sakit.
"Tiga orang lagi menunggu observasi, dan mudah-mudahan juga bisa pulang hari ini. Semua yang dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo juga sudah kembali ke kediaman masing-masing," kata Khofifah.
Khofifah sebelumnya mengunjungi pasien korban keracunan yang masih menjalani perawatan di RSI Siti Hajar Sidoarjo. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan perkembangan penanganan para santri yang terdampak.
BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG
Sebagai informasi, dari data yang diperoleh ANTARA, sebanyak 644 santri Ponpes Manba'ul Hikam mengalami dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan dari SPPG Tanggulangin Kali Tengah pada Selasa (1/9).