Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai segera Ditetapkan, Pramono Anung Beri Bocoran Tarif Promo Rp8!
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengalkulasi ulang besaran tarif layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai.
fin.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengalkulasi ulang besaran tarif layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai. Kajian ini diambil oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo demi menyeimbangkan antara tarif yang ramah di kantong publik dengan efisiensi alokasi subsidi dari APBD DKI.
Pramono menjelaskan, Pemprov DKI bakal memantau respons serta antusiasme warga terlebih dahulu sebelum mengunci angka tarif final.
“Setelah itu kami akan melakukan evaluasi. Bagaimana dan angka berapa yang tepat yang kemudian bisa diterima oleh publik dengan baik, dan juga tentunya bagi LRT agar subsidinya tidak terlalu berlebihan dari Pemerintah DKI Jakarta,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) ini menambahkan, hasil ketetapan ongkos LRT ini bakal langsung disosialisasikan secara meluas ke publik.
Baca Juga
Proyeksi awal Pemprov DKI menunjukkan, keterjangkauan tarif akan menjadi magnet kuat bagi pengguna jalan. Pramono memperkirakan keterisian penumpang harian di koridor anyar ini sanggup menembus angka 40 ribu orang.
“Jadi itu sudah menjadi keputusan, kami akan segera melakukan sosialisasi terhadap itu,” ujarnya.
Melihat minat masyarakat yang tinggi, Pramono sempat memberlakukan tarif khusus senilai Rp8 selama masa uji coba rute Velodrome-Manggarai.
Melalui skema tarif simbolis tersebut, ia optimistis dapat menjaring basis pengguna baru yang selama ini belum pernah memanfaatkan moda transportasi terintegrasi ini.
“Dan saya meyakini di tahap-tahap awal kemarin kami sudah melekukan perhitungan, dari animo publik yang luar biasa, mudah-mudahan dalam sosialisasi dengan setiap tarif itu menjadi 8 perak rupiah, saya meyakini pasti setiap hari mungkin sudah bisa di atas 40.000 pelanggan yang baru, yang selama ini belum pernah menggunakan LRT lintasan dari Kelapa Gading sampai Manggarai,” tutur Pramono.
Pasca peresmian mendatang, Pemprov DKI berencana menetapkan tarif rata (flat) sebesar Rp5.000 yang berlaku hingga Oktober 2026. Sehabis periode promo tersebut usai, barulah struktur tarif resmi hasil evaluasi diimplementasikan secara penuh.
Baca Juga
Menurut Pramono, lonjakan volume penumpang memegang peranan vital dalam menjaga kestabilan operasional LRT. Makin tinggi tingkat okupansi angkutan, makin optimal pula penekanan beban subsidi daerah tanpa mengorbankan kualitas layanan publik.
Oleh karena itu, penyesuaian regulasi tarif akan terus ditinjau seiring dinamika jumlah pengguna di lapangan.
"Jadi itu sudah menjadi keputusan, kami akan segera melakukan sosialisasi terhadap itu," pungkasnya.