Politik

AHY Minta Kader Demokrat Jujur Meski Bagian dari Pemerintah: Lapangan Kerja Kurang, Biaya Hidup Tertekan

Meski Demokrat menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, AHY menegaskan kader tetap harus berani menyampaikan kondisi rakyat secara jujur.

AHY Minta Kader Demokrat Jujur Meski Bagian dari Pemerintah: Lapangan Kerja Kurang, Biaya Hidup Tertekan
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

fin.co.id - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta kadernya tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat. Meski Demokrat menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, AHY menegaskan kader tetap harus berani menyampaikan kondisi rakyat secara jujur.

AHY mengatakan perjuangan politik Demokrat tidak semata-mata ditujukan untuk menunjukkan keberhasilan partai. Menurut dia, kepentingan yang lebih besar adalah memastikan kebijakan dan kerja pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kita harus tetap jujur terhadap kenyataan yang dirasakan rakyat. Sebab yang kita perjuangkan bukan semata-mata keberhasilan satu partai, yang kita perjuangkan adalah keberhasilan Indonesia," kata AHY saat berpidato dalam peringatan HUT ke-25 Demokrat, Sabtu 5 September 2026.

AHY Minta Kader Kawal Kebijakan Pemerintah

AHY menegaskan posisi Demokrat sebagai bagian dari pemerintahan membuat seluruh kader memiliki tanggung jawab untuk mendukung sekaligus mengawal kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Menurut dia, kebijakan pemerintah yang sudah baik harus didukung. Sementara kebijakan yang masih memiliki kekurangan perlu dibantu agar dapat diperbaiki.

"Kebijakan yang sungguh baik bagi rakyat harus kita dukung dan kawal. Yang belum sempurna kita bantu perbaiki," ucap dia.

Selain itu, AHY meminta kader Demokrat ikut mengawasi pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah. Pengawasan tersebut dinilai penting agar program berjalan sesuai tujuan dan anggaran tidak disalahgunakan.

"Program-program strategis pemerintah yang nyata-nyata meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air harus kita kawal agar tepat sasaran, tata kelolanya baik, tidak terjadi penyalahgunaan anggaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat," jelas AHY.

AHY Soroti Lapangan Kerja dan Biaya Hidup

Dalam pidatonya, AHY kemudian mengungkap persoalan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat. Dia menyebut kondisi tersebut terlihat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan permukiman, pasar, tempat kerja hingga media sosial.

AHY mengatakan masih banyak keluarga yang harus bekerja keras, tetapi belum merasakan kehidupan yang semakin mudah. Salah satu persoalan yang disorot adalah tingginya tekanan biaya kebutuhan sehari-hari dan sulitnya memperoleh pekerjaan yang layak.

"Harus kita akui dengan jujur, masih banyak keluarga yang bekerja keras tetapi merasa hidup belum semakin mudah. Harga kebutuhan sehari-hari masih menekan. Mendapatkan pekerjaan yang layak tidak selalu mudah," ungkap AHY.

Dia menyebut persoalan tersebut didengarnya secara langsung dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelaku UMKM, pekerja informal, pengemudi ojol, ibu rumah tangga, hingga generasi muda.

AHY menilai masyarakat masih menghadapi sejumlah persoalan utama, seperti harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, ketersediaan lapangan pekerjaan, dan kemiskinan. Dia menyebut isu-isu tersebut juga tercermin dalam berbagai survei nasional.

Berita Terkait