Mengenal Letusan Strombolian: Karakteristik Erupsi Baru yang Sedang Terjadi di Gunung Anak Krakatau
Karakteristik erupsi Gunung Anak Krakatau kini berubah menjadi letusan strombolian setelah episode erupsi menerus mereda.
fin.co.id - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menunjukkan perubahan karakteristik yang cukup signifikan. Erupsi gunung api yang terletak di wilayah Lampung Selatan tersebut kini berganti menjadi letusan tipe strombolian.
Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan bahwa letusan strombolian merupakan jenis erupsi gunung berapi yang memuntahkan semburan lava pijar dari dapur magma dangkal. Fenomena ini umumnya terjadi pada gunung berapi aktif di tepi maupun tengah benua.
U.S. Geological Survey (USGS) mendefinisikan tipe letusan strombolian sebagai semburan lava cair yang keluar berselang-seling dari dalam kawah. Letusan ini ditandai oleh letupan eksplosif skala kecil hingga sedang yang berlangsung secara berkala atau intermiten.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers daring memaparkan bahwa letusan strombolian muncul akibat dorongan magma cair dengan tekanan gas tingkat sedang. Karakteristik letusan ini memicu letupan kecil berulang secara teratur.
Baca Juga
"Jadi terjadi letusan-letusan yang kecil yang berulang secara teratur kemudian ini yang memunculkan kembang api lava, bom vulkanik dan lapili ke udara," ujar Teuku.
Letusan strombolian bersifat eksplosif ringan dengan interval waktu kemunculan yang relatif teratur. Aktivitas vulkanik jenis ini bahkan mampu bertahan dalam kurun waktu sangat lama karena sistem erupsi dapat mengatur ulang dirinya sendiri secara berkala.
Sebelumnya, Badan Geologi melalui akun media sosial Threads @badan.geologi mengonfirmasi bahwa episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah mereda setelah berlangsung selama 25 jam penuh. Fase erupsi menerus tersebut tercatat sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB dan baru berhenti pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.
Pihak Badan Geologi mencatat kemunculan tiga kali letusan strombolian susulan setelah episode erupsi menerus itu tuntas. Kembalinya karakteristik erupsi strombolian ini untuk sementara waktu mengindikasikan akhir dari fase erupsi menerus yang cukup panjang sebelumnya.