Politik

Prabowo Siapkan Amunisi Raksasa Hadapi Bencana: Tambah Anggaran hingga Kapal Induk!

Menghadapi ancaman bencana alam yang terus mengintai Indonesia di jalur Ring of Fire, Kepala Negara mengambil langkah agresif dengan menginstruksikan lonjakan alokasi dana secara masif.

Prabowo Siapkan Amunisi Raksasa Hadapi Bencana: Tambah Anggaran hingga Kapal Induk!
Presiden Prabowo siapkan lomba kota tebersih berhadiah Rp20 miliar.

fin.co.id - Menghadapi ancaman bencana alam yang terus mengintai Indonesia di jalur Ring of Fire, Kepala Negara mengambil langkah agresif dengan menginstruksikan lonjakan alokasi dana secara masif. Langkah preventif ini ditegaskan langsung saat memimpin rapat terbatas dari Istana Merdeka via konferensi video, guna memantau penanganan karhutla, gempa Flores, hingga erupsi Anak Krakatau.

"Kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," kata Prabowo saat membuka rapat terbatas penanganan bencana alam di Indonesia melalui konferensi video, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Guna merealisasikan strategi penyiapan armada sebelum krisis melanda, jajaran menteri terkait seperti Mensesneg, Menkeu, dan Kepala Bappenas diperintahkan menyusun perencanaan dengan prinsip penyediaan armada di atas batas minimum:

Alutsista Khusus Bencana: Memodifikasi kapal induk buatan Italia milik TNI AL agar mampu menampung 10 helikopter pemadam berkapasitas 4-5 ton air serta unit drone.

Peralatan Desa & Udara: Menyiapkan ekskavator mini di tingkat desa rawan karhutla, memperbanyak pompa air, serta meningkatkan teknologi modifikasi cuaca yang dikaji BRIN.

"Lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian," ujarnya.

"Jadi kita persiapan mengatasi mitigasi, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya harus kita siapkan," kata Presiden.

Melalui instruksi ini, *master plan* penanggulangan bencana akan dirancang lebih menyeluruh agar Indonesia tidak lagi hanya responsif, melainkan siap siaga penuh sebelum bencana melanda.

Berita Terkait