Menkeu Purbaya: Utang Whoosh Ternyata Tak Semengerikan yang Dibayangkan!
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pemerintah dalam menangani kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh
fin.co.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pemerintah dalam menangani kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
Salah satu opsi yang kini tengah dikaji adalah menggunakan satu Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
SMV merupakan perusahaan atau lembaga khusus yang berada di bawah pemerintah dan memiliki mandat untuk menangani tugas tertentu.
Dalam konteks utang Whoosh, pemerintah masih menghitung lembaga mana yang paling tepat untuk mengelola kewajiban tersebut.
Baca Juga
Rencana ini muncul seiring proses pengalihan utang dan pengelolaan Whoosh dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada Kemenkeu. Proses serah terima tersebut ditargetkan berlangsung pada 15 September 2026.
“Yang jelas kita siapkan terus, tanggal 15 September insyaAllah, mudah-mudahan kita bisa diserahterimakan dari Danantara ke kami (Kemenkeu),” kata Purbaya di kawasan Sunter, Selasa (8/9/2026).
SMI dan INA Jadi Opsi Penanganan Utang Whoosh
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah belum menentukan secara final badan yang akan menangani kewajiban utang Whoosh.
Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah melibatkan Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Indonesia Investment Authority (INA).
Keduanya dinilai memiliki kapasitas yang dapat digunakan dalam skema pengelolaan kewajiban pemerintah.
Baca Juga
Namun, pemerintah tidak serta-merta harus menggunakan dua lembaga sekaligus. Purbaya mengatakan, apabila perhitungan menunjukkan beban cicilan masih bisa ditangani oleh satu perusahaan, maka satu SMV saja dinilai sudah cukup.
“Ada kemungkinan, mungkin kita pakai SMI dan INA, atau mungkin satu, nanti kita lihat. Ternyata cicilannya enggak gede-gede amat, harusnya sih satu SMV cukup,” ujar Purbaya.
Dengan kata lain, keputusan akhir akan sangat bergantung pada hasil perhitungan beban pembayaran utang Whoosh dari tahun ke tahun.
Utang Whoosh Besar, tapi Cicilan Tahunan Dinilai Masih Terkendali
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah besarnya total utang proyek Whoosh. Meski nilainya besar, Purbaya menekankan bahwa utang tersebut telah melalui proses restrukturisasi.