Politik

KSP Tegaskan Ulta Levenia Bukan Lagi Tenaga Ahli Usai Viral Komentar HAARP Erupsi Gunung

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrachman menegaskan bahwa Ulta Levenia Nababan sudah tidak lagi berstatus sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP).

KSP Tegaskan Ulta Levenia Bukan Lagi Tenaga Ahli Usai Viral Komentar HAARP Erupsi Gunung
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman. Foto: Anisha Aprilia

fin.co.id - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrachman menegaskan bahwa Ulta Levenia Nababan sudah tidak lagi berstatus sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP). Penjelasan ini disampaikan menyusul riuhnya perbincangan publik atas pernyataan Ulta yang mengaitkan fenomena erupsi beberapa gunung api di Indonesia dengan proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).

Dudung menyampaikan bahwa Ulta kini telah berpindah tugas ke instansi lain, sehingga setiap ucapan maupun opininya di media sosial tidak lagi merepresentasikan sikap resmi KSP.

"Ulta sudah bukan di KSP lagi. Dulu dia di staf KSP sebagai tenaga ahli utama, tetapi sekarang sudah tidak. Dia sekarang salah satu deputi di Bakom," kata Dudung, Kamis, 10 September 2026.

Menanggapi spekulasi mengenai kejanggalan aktivitas vulkanik beruntun di tanah air, Dudung menilai fenomena kebencanaan sepenuhnya merupakan bagian dari dinamika alam yang murni dan telah dipelajari para ahli.

"Kalau masalah bencana alam, kalau menurut saya itu dinamika alam lah ya, dan para ahli juga sudah mempelajari, kemudian melihat perkembangan saat ini. Tentunya, saya punya keyakinan bahwa ini kan kehendak Yang Kuasa, artinya memang dinamika alam sudah seperti ini. Menurut saya, tidak dikaitkan dengan apalagi kepentingan dengan pihak luar dan sebagainya," ujar Dudung.

Sebelumnya, nama Ulta Levenia disorot setelah ia melontarkan spekulasi dalam sebuah siniar bahwa erupsi enam gunung api secara bersamaan diduga memiliki indikasi "orkestrasi" pihak luar dengan persentase hingga 73,5 persen, serta mengaitkannya dengan teknologi pengubah atmosfer HAARP. Dudung kembali menegaskan, "Jadi, bukan anggota saya lagi itu."

Anisha Aprilia/Disway

Berita Terkait