Nasional

Guru Besar Unair: MBG Bisa Jadi Titik Lemah yang Merusak Reputasi Prabowo

Menurut Henri, kualitas pelaksanaan MBG secara keseluruhan juga tidak dapat dilepaskan dari proses pengambilan keputusan yang dilakukan Prabowo.

Guru Besar Unair: MBG Bisa Jadi Titik Lemah yang Merusak Reputasi Prabowo
Praboso Subianto (Intagram)

"Dengan banyaknya kasus keracunan di berbagai daerah yang terus saja terjadi dan menelan banyak korban adalah sebuah fakta bahwa MBG itu penuh resiko dan sangat terbuka dari sabotase maupun kesalahan karena keteledoran para petugasnya" ungkpanya.

Ia juga mempertanyakan sejauh mana seluruh petugas yang terlibat dalam penyediaan MBG dapat memastikan tidak terjadi kesalahan yang berdampak pada kualitas makanan.

"Persoalannya, percayakah kita pada semua karyawan SPPG di seluruh Indonesia tidak akan teledor dan tidak akan Berbuat kesalahan hingga memunculkan produk MBG yang rendah kualitasnya atau bahkan beracun dan berbahaya?"

Tak hanya kelalaian, Henri turut menyoroti kemungkinan adanya sabotase dengan motif politik. Ia mempertanyakan apakah dalam persaingan politik yang keras, kemungkinan tersebut sepenuhnya dapat dikesampingkan.

"Percayakah kita bahwa saat aktivitas politik itu sering diwarnai perebutan kekuasaan secara sadis, hitam dan kejam, tidak mungkin ada upaya kesengajaan, sabotase untuk menghancurkan Prabowo lewat kasus kasus keracunan MBG yang akibatnya nampak dramatis hingga mengikis kepercayaan publik padanya?"

Pada bagian akhir pernyataannya, Henri secara langsung mengingatkan Prabowo agar melihat MBG sebagai salah satu titik yang memiliki kerentanan politik.

"Please pak Prabowo, sadarlah, bahwa MBG itu adalah titik lemah, yang memungkinkan “musuh” atau siapapun dengan mudah merusak reputasi hingga legitimasi Anda."

Henri menegaskan MBG bukan satu-satunya persoalan yang dapat memengaruhi posisi politik Prabowo. Namun, menurutnya, program tersebut menjadi salah satu titik yang paling terbuka karena menyangkut masyarakat secara luas.

"MBG memang tidak satu satunya masalah, namun itu merupakan salah satu sebab yang paling terbuka, dimana semakin gigih Anda membenarkan dan membanggakan MBG, maka bisa membuat semakin rawan posisi politik pak Prabowo sebagai Presiden dalam kondisi Indonesia seperti sekarang ini dan ke depan," pungkas Prof Henri Subiakto. *

Berita Terkait