Ekonomi

Pertamina Targetkan Seluruh SPBU Indonesia Pakai B50 Akhir September 2026

Program pencampuran biodiesel dalam bahan bakar minyak (BBM) terus diperluas di Indonesia.

Pertamina Targetkan Seluruh SPBU Indonesia Pakai B50 Akhir September 2026
Harga BBM berpotensi naik dampak serangan Iran ke Israel

Dengan cakupan wilayah yang luas, kesiapan terminal BBM, stok biodiesel, sarana distribusi, hingga SPBU menjadi bagian penting dalam penerapan kebijakan tersebut.

Pertamina memastikan proses transisi terus berjalan agar penggunaan B50 bisa diterapkan secara merata di berbagai wilayah Indonesia.

B50 Gunakan Bahan Baku Minyak Sawit

Implementasi B50 merupakan bagian dari program strategis pemerintah dalam mendorong pemanfaatan energi berbasis bahan nabati.

Biodiesel yang digunakan sebagai campuran Biosolar tersebut menggunakan bahan baku minyak sawit atau crude palm oil (CPO).

Pengembangan biodiesel dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong pemanfaatan sumber daya energi domestik.

Ke depan, penggunaan biodiesel bahkan berpotensi terus ditingkatkan. Pertamina menyebut terdapat kemungkinan peralihan dari B50 menuju campuran yang lebih tinggi apabila ketersediaan bahan bakunya mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Artinya, setelah B50 diterapkan secara penuh, bukan tidak mungkin Indonesia nantinya bergerak menuju B60 bahkan B100.

Namun, tahapan tersebut tetap akan mengikuti roadmap dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

Ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor utama yang akan menentukan sejauh mana pencampuran biodiesel dapat ditingkatkan.

Pertamina Siapkan BBM Berbasis Etanol

Tidak hanya biodiesel, Pertamina juga terus mengembangkan BBM berbasis bahan nabati lainnya, salah satunya melalui Pertamax Green 95.

Produk tersebut merupakan BBM jenis bensin yang menggunakan campuran etanol. Pertamax Green 95 telah dipasarkan selama sekitar tiga tahun dan saat ini tersedia di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Pertamax Green 95 telah tersedia di beberapa wilayah, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, hingga sebagian wilayah DKI Jakarta.

Pasokan etanol untuk produk tersebut salah satunya didukung oleh produksi perusahaan yang berada di Mojokerto.

Berita Terkait