103 Penumpang Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi, Satu Orang Meninggal
Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan tiga kapal yang berada di lokasi pencarian.
fin.co.id – Tim SAR gabungan terus melakukan penanganan terhadap insiden Kapal Virgo Transport 8 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa.
Hingga Minggu siang, sebanyak 103 penumpang dari total 243 orang yang berada di kapal tersebut telah berhasil dievakuasi. Dalam proses evakuasi itu, satu penumpang dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan tiga kapal yang berada di lokasi pencarian.
“Total penumpang yang berhasil dievakuasi hingga pukul 12.00 Wita sebanyak 103 penumpang,” kata I Putu Sudayana dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR Kapal Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Minggu.
Baca Juga
Dari 103 penumpang tersebut, TB Mauhaw IX menjadi kapal pertama yang mengevakuasi 16 orang. Sebanyak 15 orang ditemukan dalam keadaan selamat, sementara satu lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Kemudian, TB TCP berhasil mengevakuasi 38 penumpang dan seluruhnya dilaporkan selamat.
Sementara itu, sebanyak 49 penumpang lainnya berhasil dievakuasi oleh MV Haida dalam kondisi selamat. Dengan demikian, jumlah keseluruhan penumpang yang telah dievakuasi mencapai 103 orang.
I Putu menjelaskan, para penumpang yang berada di TB Mauhaw IX akan dibawa ke Pelabuhan Tuban. Keputusan tersebut berdasarkan informasi yang disampaikan nakhoda kapal.
Sedangkan 38 penumpang yang dievakuasi TB TCP dan 49 penumpang dari MV Haida akan diarahkan menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Pencarian dan penanganan terhadap penumpang lainnya masih terus dilakukan. Sejumlah unsur SAR gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut, yakni TB Mauhaw IX, TB TCP, MV Haida, KN SAR Laksamana, KRI Nala, serta KM Kunyit.
Baca Juga
Kapal Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak ketika melakukan pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut membawa total 243 orang dan menghadapi kondisi cuaca buruk sebelum kehilangan kontak pada Sabtu 12 September.