Betrand Peto Dilaporkan ke Polisi Kasus Kekerasan Seksual, Begini Kata Ruben Onsu
Ruben mengaku belum mengetahui adanya laporan yang menyeret nama Betrand.
fin.co.id – Penyanyi Betrand Peto, yang memiliki nama lengkap Alfonsus Toribio Tenkudi, tengah menjadi sorotan setelah namanya dikaitkan dengan laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) di Polda Metro Jaya.
Pihak kepolisian membenarkan adanya laporan tersebut. Laporan itu disampaikan oleh seorang korban melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Sabtu pagi, 12 September 2026.
Kabar tersebut turut ditanggapi Ruben Onsu yang diketahui merupakan sosok artis yang memiliki hubungan dekat dengan Betrand Peto.
Saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu 12 September malam, Ruben mengaku belum mengetahui adanya laporan yang menyeret nama Betrand.
Baca Juga
"Oh belum, belum, aku belum. Sori guys, sori guys, sori guys," kata Ruben Onsu di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu malam.
Setelah menyampaikan hal tersebut, Ruben langsung bergegas menuju mobilnya. Ia kemudian kembali ditanya mengenai persoalan tersebut.
Ruben mengatakan dirinya belum bisa memberikan tanggapan karena belum mengetahui secara pasti perkara yang dimaksud.
"Gua aja belum tau, gimana nanggapin," kata Ruben seraya meninggalkan lokasi dengan mobilnya.
Polisi Benarkan Laporan Dugaan TPKS
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan laporan dugaan kekerasan seksual tersebut.
Baca Juga
Budi mengatakan laporan diterima polisi pada Sabtu pagi melalui SPKT Polda Metro Jaya. Dalam laporan tersebut, pihak yang dilaporkan disebut berinisial ATT alias BP.
Polisi menyebut ATT alias BP merupakan anak angkat dari seorang artis berinisial RSO.
Namun, Polda Metro Jaya belum menyampaikan identitas lengkap sosok yang dimaksud. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian peristiwa serta mendalami laporan dugaan kekerasan seksual tersebut.
Ramai Dibicarakan di Media Sosial
Sebelum laporan tersebut dikonfirmasi polisi, dugaan kasus ini lebih dulu menjadi perbincangan di media sosial.