Nasional . 13/09/2026, 06:06 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta masyarakat menghentikan komentar negatif dan perundungan terhadap dua siswa asal Kabupaten Karo yang menjadi korban dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bobby menilai pemulihan kedua siswa tidak cukup hanya melalui penanganan medis. Kondisi mental dan psikologis mereka juga harus mendapat perhatian selama proses pemulihan.
"Saya minta tolong kepada kita semua. Yang perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medis, tapi juga mentalnya dan juga psikis," kata Bobby setelah mengantarkan kedua korban ke Jakarta di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sabtu 12 September 2026.
Menurut Bobby, masyarakat, termasuk media, perlu ikut menciptakan suasana yang mendukung pemulihan para siswa. Ia meminta tidak ada tekanan tambahan terhadap kedua korban melalui pemberitaan maupun komentar di media sosial.
Bobby mengatakan hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan adanya korban yang mengalami gangguan mental setelah menjadi sasaran komentar negatif dan perundungan di media sosial.
"Jangan terlalu 'di-blow up' karena hasil pemeriksaan ada empat poin. Poin keempat itu, anak kita ini mentalnya terganggu karena siber bullying, seolah-olah mencari perhatian. Ini mengganggu mental anak-anak kami," jelas Bobby.
Ia menambahkan, tim medis juga telah meminta kedua siswa untuk mengurangi aktivitas di media sosial selama menjalani masa pemulihan.
Karena itu, Bobby berharap masyarakat dapat menahan diri dan tidak melontarkan komentar yang justru berpotensi memperburuk kondisi psikologis kedua siswa.
"Ini demi penyembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih," tutur Bobby.
Dua Siswa Dibawa ke Jakarta
Bobby menjelaskan keputusan membawa kedua siswa ke Jakarta dilakukan setelah adanya arahan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, secara medis kondisi kedua siswa asal Karo tersebut telah mendapatkan penanganan dari tim dokter, baik di Kabupaten Karo maupun di tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Namun, Febiona Br Purba dan Agnesia Parulina Br Slitonga dinilai masih membutuhkan penanganan lebih lanjut, terutama karena kondisi psikologis dan trauma yang dialami lebih berat dibandingkan siswa lainnya.
"Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung dan dimonitor. Ada dua anak yang indikasi medis dan traumanya lebih tinggi daripada teman-temannya, sehingga dibawa ke Jakarta," tutur Bobby. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media