Update Terkini Perkembangan Operasi SAR Kapal Virgo:129 Orang Masih Dalam Pencarian
Operasi pencarian dan pertolongan atau SAR terhadap kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Kalimantan Selatan, masih terus dilakukan.
Selain helikopter Basarnas, helikopter Mabes Polri juga dilibatkan dalam operasi pencarian. Pesawat tersebut take off menuju search area sekitar pukul 13.23 WIB dan kemudian mendarat di Bandara Syamsudin Noor pada pukul 15.20 WIB.
Unsur udara lainnya yang dilibatkan adalah pesawat CN-235 TNI AL.
Pengerahan unsur udara menjadi bagian penting dalam pencarian karena area operasi berada di laut dengan cakupan yang cukup luas. Dari udara, tim dapat melakukan pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan korban maupun tanda-tanda keberadaan kapal dan benda yang berkaitan dengan kecelakaan.
Ratusan Personel Gabungan Terlibat
Baca Juga
Operasi SAR kecelakaan Virgo Transport 8 melibatkan kekuatan gabungan yang cukup besar. Personel berasal dari Basarnas, TNI AL, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, potensi SAR, hingga awak kapal yang ikut memberikan bantuan.
Tim Rescue Kantor SAR Banjarmasin mengerahkan 45 personel, sedangkan KN SAR Laksmana 241 melibatkan 24 personel.
Sejumlah unsur TNI AL juga terlibat, termasuk KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, serta unsur KAL. Selain itu, KN SAR Kamajaya Makassar dan KN SAR Wisanggeni Balikpapan turut memperkuat operasi pencarian.
Dukungan juga datang dari Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Distrik Navigasi Banjarmasin, PT Pelindo Banjarmasin, BPBD Kalimantan Selatan, Damkar Banjarmasin, PMI, PSC, hingga berbagai kelompok rescue masyarakat.
Banyaknya unsur yang terlibat menunjukkan operasi pencarian dilakukan secara terpadu dengan mengandalkan kemampuan masing-masing unsur, baik di laut, udara maupun darat.
Baca Juga
Ambulans Disiapkan di Banjarmasin
Selain armada laut dan udara, sejumlah kendaraan pendukung juga disiapkan untuk menangani korban yang berhasil dievakuasi.
Ambulans berasal dari berbagai unsur, termasuk Lanal Banjarmasin, RS Ulin, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dan RS Sultan Suriansyah.
Setidaknya terdapat dua ambulans Lanal Banjarmasin, dua ambulans RS Ulin, empat ambulans kesehatan pelabuhan, satu ambulans Kementerian Kesehatan Krisis Bencana, 10 ambulans Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin serta satu ambulans RS Sultan Suriansyah.
Kesiapan unsur medis menjadi bagian penting karena korban yang ditemukan di laut harus segera mendapatkan penanganan setelah tiba di daratan.