Ekonomi . 14/09/2026, 18:55 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan, arahan Presiden Prabowo Subianto setelah dirinya resmi dipercaya mengisi posisi Menkeu. Salah satu pesan utama Prabowo adalah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dikelola secara sehat serta memiliki kredibilitas.
Suahasil mengatakan, menjaga kondisi keuangan negara menjadi salah satu fokus utama yang akan dijalankannya selama memimpin Kementerian Keuangan. Arahan tersebut diberikan Prabowo karena APBN memiliki peran penting dalam membiayai berbagai agenda prioritas pemerintah.
"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya, menjaga kesehatan menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," ujar Suahasil usai Pelantikan di Istana Negara, Senin, 14 September 2026..
Ia menambahkan, pengelolaan keuangan negara akan tetap meneruskan kebijakan yang selama ini telah berjalan di Kementerian Keuangan. Dalam pelaksanaannya, APBN diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sumber pembiayaan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga kestabilan ekonomi nasional.
Selain menjaga pengelolaan APBN, Suahasil menilai keterbukaan informasi kepada masyarakat juga penting. Karena itu, ia berkomitmen menyampaikan perkembangan APBN secara transparan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.
Suahasil juga memastikan pemerintah akan menjaga defisit APBN sesuai dengan batas yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan, yakni tidak lebih dari 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Ketentuan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Sementara berdasarkan data Kementerian Keuangan hingga akhir Juni 2026, defisit APBN tercatat sebesar Rp196,5 triliun atau sekitar 0,76 persen dari PDB.
"Dan saya juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan melalui APBN mendukung program prioritas pemerintah," ujarnya.
Di sisi lain, Suahasil mengatakan pemerintah akan terus memperhatikan aspek efisiensi dalam penggunaan anggaran. Namun, ia menegaskan efisiensi tidak dapat dimaknai hanya sebagai upaya memangkas pengeluaran negara.
Menurutnya, penggunaan anggaran harus diarahkan agar setiap belanja memberikan hasil yang maksimal dan tetap sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya.
“Tentu kita selalu mencari belanja yang lebih efisien, tetapi menghasilkan output yang sesuai dengan apa yang sudah direncanakan,” ucapnya.
Suahasil menegaskan dirinya akan berupaya menjalankan arahan Presiden Prabowo agar pengelolaan APBN mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kesejahteraan.
"Saya menyampaikan terima kasih untuk kepercayaan tersebut dan semoga saya bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden," pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media