Megapolitan . 14/09/2026, 17:24 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali melanjutkan rencana pembangunan jalan sejajar rel di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengecek langsung progres pembebasan lahan untuk pelebaran akses menuju Stasiun Pasar Minggu.
Ruas Jalan Pagu Jaten Raya yang berada di sisi jalur rel tersebut memiliki panjang sekitar 1,7 kilometer. Pramono menargetkan pekerjaan fisik dapat dimulai dan dituntaskan pada 2027.
Pramono menyebut pembangunan jalan tersebut bukanlah rencana baru. Gagasan itu telah muncul sejak kepemimpinan sejumlah gubernur DKI sebelumnya. Namun, proses pembebasan lahan yang dilakukan secara bertahap sempat mengalami kendala dan terhenti ketika pandemi Covid-19 melanda.
“Hari ini saya melakukan pengecekan kembali jalan yang sebenarnya sudah direncanakan sejak zaman Gubernur DKI ke-13 Fauzi Bowo, tetapi sampai hari ini belum terselesaikan,” kata Pramono saat mengunjungi Jalan Pagu Jaten Raya, Senin, 14 September 2026.
Menurutnya, keberadaan ruas jalan tersebut nantinya akan memperkuat konektivitas antarkawasan sekaligus mempermudah mobilitas warga yang beraktivitas di sekitar Pasar Minggu.
“Alhamdulillah pembebasan lahan sekarang sudah 70 persen. Masih ada 30 persen dan tentunya dengan kehadiran Bapak Kakanwil, kami mengharapkan penyelesaian ini bisa dilakukan di tahun 2026, sehingga jalan ini akan bisa diselesaikan di tahun 2027,” ujarnya.
Mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 493 Tahun 2024 serta Peta Bidang BPN Nomor 2167/2025, proyek tersebut membutuhkan pembebasan sebanyak 118 bidang tanah dengan total luas kurang lebih 13.890 meter persegi.
Hingga kini, 65 bidang telah berhasil dibebaskan. Rinciannya, 59 bidang diselesaikan pada 2025 dan enam bidang pada 2026. Selain itu, terdapat delapan bidang yang sedang menjalani proses alih status aset.
Dengan demikian, total lahan yang sudah tersedia mencapai sekitar 9.744 meter persegi atau setara 70 persen dari kebutuhan proyek.
“Masih ada 45 bidang milik warga yang dalam proses penyelesaian. Sebanyak 26 bidang sedang dalam tahap pengecekan dan verifikasi dokumen di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan. Sementara 18 bidang masih dalam proses pengumpulan dan pelengkapan dokumen oleh warga,” ungkapnya.
Pramono menerangkan, ruas jalan baru tersebut dirancang memiliki lebar antara 18 hingga 23 meter. Jalan itu nantinya tersambung dari Jalan Rawajati Timur, kemudian menuju Jalan Kemuning Raya hingga Jalan Tanjung Barat Raya yang berada di sisi selatan Markas BIN.
Selain memperlancar konektivitas, pembangunan jalan ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan kendaraan di wilayah Pasar Minggu dan kawasan sekitarnya.
“Kami mengharapkan penyelesaian pembebasan tanah bisa dilakukan di tahun 2026. Proses pembangunan fisik dilaksanakan pada 2027 dan selesai di tahun yang sama. Semoga target ini bisa terpenuhi sehingga dapat segera digunakan masyarakat,” terangnya.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menambahkan, proyek tersebut juga berkaitan dengan upaya menghapus perlintasan sebidang antara jalan raya dan jalur kereta api di Simpang Volvo.
“Setelah ini jalan jadi, Simpang Volvo itu akan ditutup. Jadi tidak ada lagi perlintasan sebidang antara jalan dan kereta api, dan tentunya menghindari juga kecelakaan,” kata Heru.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media