Nasional . 15/09/2026, 15:53 WIB

2 Korban MBG Karo Dirujuk ke RSCM, Ini Alasannya

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membeberkan alasan dua pelajar korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Agnesia Paruliana br Silitonga dan Febiona Purba, harus menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Budi mengatakan, keputusan tersebut diambil karena RSCM memiliki dukungan tenaga medis dengan keahlian yang dinilai lebih lengkap dibandingkan Rumah Sakit Adam Malik di Medan.

"Waktu Pak Wapres ke sana, diminta agar kita membawa yang bersangkutan ke RSCM. Kenapa? Karena dilihat bahwa RSCM memiliki kemampuan dokter-dokternya yang jauh lebih lengkap dibandingkan Rumah Sakit Adam Malik," kata Budi, 15 September 2026.

Setelah mendapat arahan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, RSCM langsung menyiapkan tim dokter dari berbagai bidang untuk mengevaluasi kondisi kedua pasien secara menyeluruh.

Tim tersebut tidak hanya melibatkan dokter spesialis anak. Menurut Budi, terdapat pula profesor yang memiliki keahlian dalam bidang neurologi anak atau saraf anak. Pemeriksaan juga melibatkan profesor psikiatri anak untuk mengetahui apakah terdapat faktor psikologis yang turut memengaruhi kondisi pasien.

"Kita juga memanggil Ketua Kolegium Anak untuk melihat secara keseluruhan tuh seperti apa," jelasnya.

Selain pemeriksaan dari sejumlah dokter dengan keahlian khusus, RSCM juga melibatkan dokter anak yang memahami persoalan penyakit dalam. Menurut Budi, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan lain yang belum diketahui.

"Karena takutnya ada yang lain juga yang kita tidak tahu," ujarnya.

Budi memastikan proses pemeriksaan terhadap kedua pasien telah berjalan. Tim medis RSCM kini tengah melakukan evaluasi dan hasilnya diharapkan dapat diketahui dalam waktu dekat.

"Nah, mereka tuh sudah bekerja, harusnya hasilnya sih sebentar lagi keluar," imbuhnya.

Agnesia dan Febiona sebelumnya menjadi dua pelajar yang mengalami keracunan setelah mengikuti program MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Febiona dibawa ke Jakarta karena dilaporkan mengalami gangguan ginjal setelah peristiwa keracunan tersebut. Sementara Agnesia dirujuk lantaran diduga mengalami masalah pada ingatan setelah menjadi korban keracunan MBG.

Keduanya kemudian menjalani perawatan di RSCM atas permintaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebelumnya menjelaskan alasan kedua korban dibawa ke Jakarta.

"Sebenarnya kalau secara penanganan medis dari tim dokter yang membawa ke Jakarta juga menyampaikan tim medis kita yang di Medan itu mumpuni, namun kemarin Bapak Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung, dimonitor langsung sama Bapak Wapres. Jadi anak yang memang terindikasi medis dan traumanya lebih tinggi dari teman-teman yang lain, Pak Wapres minta langsung dibawa ke Jakarta," kata Gubsu Bobby, Sabtu, 12 September 2026.

Bobby menegaskan bahwa proses pemulihan korban tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Aspek mental dan psikologis juga harus mendapat perhatian, terlebih kedua korban masih berusia pelajar.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com