Politik . 15/09/2026, 14:52 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
Arifki menekankan bahwa persoalannya bukan sekadar seberapa sering Purbaya berbicara. Faktor yang lebih penting adalah kedudukannya sebagai Menteri Keuangan, sehingga pernyataan yang keluar darinya dapat memengaruhi persepsi publik, pasar, maupun hubungan politik di dalam pemerintahan.
“Blak-blakan bisa menjadi modal popularitas, tetapi belum tentu menjadi modal stabilitas. Untuk seorang Menteri Keuangan, kemampuan mengelola komunikasi sama pentingnya dengan kemampuan mengelola kebijakan. Kalau pasar mulai bertanya-tanya dan elite mulai merasa tidak nyaman, persoalannya sudah bergeser dari sekadar gaya bicara menjadi persoalan politik pemerintahan,” pungkas Arifki.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media