Ekonomi

Makin Terintegrasi! Kota Baru Parahyangan Bakal Terhubung Langsung dengan Stasiun Whoosh Padalarang

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menyiapkan pembangunan akses langsung dari kawasan Kota Baru Parahyangan menuju Stasiun Whoosh Padalarang.

Makin Terintegrasi! Kota Baru Parahyangan Bakal Terhubung Langsung dengan Stasiun Whoosh Padalarang
Kereta Cepat Bandung Jakarta, Whoosh

KCIC berharap pembangunan akses langsung dari Kota Baru Parahyangan nantinya dapat menjadi jalur alternatif bagi kendaraan yang menuju Stasiun Whoosh Padalarang.

"Kehadiran akses langsung dari Kota Baru Parahyangan nantinya diharapkan dapat menjadi jalur alternatif dan membantu membagi arus kendaraan," jelas Eva.

Dengan adanya jalur alternatif, beban lalu lintas di jaringan jalan eksisting di sekitar stasiun diharapkan bisa terbagi. Efeknya bukan hanya dirasakan penumpang Whoosh, tetapi juga masyarakat yang beraktivitas di kawasan Padalarang.

Ada Park and Ride hingga Skybridge

Pengembangan kawasan akses Stasiun Padalarang–Kota Baru Parahyangan juga dirancang dengan sejumlah fasilitas penunjang.

Park and ride menjadi salah satu fasilitas yang cukup penting karena memberikan alternatif bagi masyarakat yang datang menggunakan kendaraan pribadi. Kendaraan dapat ditempatkan di area yang disediakan sebelum penumpang melanjutkan perjalanan menggunakan kereta cepat.

Kemudian, area drop-off akan dibuat lebih tertata sehingga kendaraan yang mengantar atau menjemput penumpang memiliki ruang yang lebih terorganisasi.

Sementara skybridge akan mendukung pergerakan pejalan kaki. Fasilitas ini diharapkan membuat perjalanan dari area akses menuju stasiun menjadi lebih nyaman.

Konsep tersebut sejalan dengan kebutuhan integrasi transportasi, di mana perjalanan penumpang tidak berhenti ketika turun dari kendaraan atau tiba di kawasan stasiun. Akses dari dan menuju stasiun juga menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan.

Kesepakatan Sudah Dibuat Sejak 2025

Rencana pembangunan akses langsung ini sebenarnya bukan baru dibahas. Kesepakatan mengenai pengembangan akses tersebut telah dituangkan oleh empat pihak pada Agustus 2025.

Setelah kesepakatan dibuat, proses dilanjutkan dengan sejumlah tahapan, mulai dari konsultasi publik, joint survey, hingga penetapan lokasi.

Tahapan tersebut dilakukan untuk mematangkan rencana pembangunan serta memastikan pengembangan akses dapat berjalan dengan mempertimbangkan kondisi kawasan dan kebutuhan masyarakat.

Memasuki Agustus 2026, para pihak masih melanjutkan pembahasan mengenai penyesuaian rencana aksi dan tahapan lanjutan pembangunan akses Stasiun Padalarang–Kota Baru Parahyangan.

Artinya, proyek tersebut masih berada dalam proses persiapan dan koordinasi. Pembangunan akan dilakukan mengikuti tahapan yang telah disepakati bersama.

Berita Terkait