Nasional . 19/09/2026, 05:33 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran kepada sejumlah pakar yang kerap mengkritik program pemerintah. Sindiran tersebut disampaikan Prabowo saat membahas upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan dan memperbaiki gizi anak-anak Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan keinginannya agar seluruh rakyat Indonesia dapat hidup sejahtera dan tidak mengalami kekurangan, termasuk dalam hal pangan maupun akses terhadap layanan kesehatan.
"Tentunya kita semua ingin Indonesia itu adil dan makmur semua. Kita ingin rakyat kita sejahtera, saya dari kecil saya disumpah, saya siap waktu itu 18 tahun saya siap mati untuk negara ini," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan dirinya sejak muda telah memiliki tekad untuk membela bangsa Indonesia. Ia ingin melihat Indonesia menjadi negara yang dihormati dengan masyarakat yang hidup dalam kondisi sejahtera.
"Saya ingin membela bangsa saya, untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat Indonesia sejahtera tidak ada orang lapar di Indonesia. Tidak ada bapak dan ibu yang bingung kalau anaknya sakit, tidak ada anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, persoalan gizi anak menjadi salah satu hal yang harus mendapat perhatian serius. Ia ingin seluruh anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang cukup sehingga dapat tumbuh dengan kondisi fisik dan kemampuan yang baik.
"Tidak ada anak-anak Indonesia yang stunting, yang tidak dapat gizi, sehingga tulangnya lemah, ototnya lemah, sel otaknya lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain, saya tidak ingin lihat itu," kata Prabowo.
"Itu bukan sumpah saya. Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera, itu sumpah saya," sambungnya.
Di tengah penyampaian tersebut, Prabowo kemudian menyinggung pihak-pihak yang mengkritik kebijakan pemerintah, khususnya mereka yang menganggap dirinya sebagai pakar.
"Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pinternya, saking pinternya, jadi goblok," pungkas Prabowo.
Prabowo selanjutnya menekankan bahwa perjuangan mewujudkan kesejahteraan rakyat membutuhkan keberanian, ketabahan, serta kesetiaan.
Ia menyebut kesetiaan kepada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia sebagai prinsip yang harus ditempatkan paling utama.
"Kesetiaan yang pertama adalah kesetiaan kepada bangsa, negara, dan rakyat kita," katanya.
Prabowo menilai kesetiaan kepada negara memang mudah diucapkan. Namun, menurut dia, prinsip tersebut membutuhkan kerja keras agar dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media