Viral Pegawai SPPG Makan Chicken dan Sindir Korban Keracunan MBG: Oh Tidak! Ingatanku Hilang 70 Persen
Video tersebut menuai kritik karena ucapan Gerardus dinilai warganet menyindir kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG)
fin.co.id - Seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN), Gerardus Majella Hananto Hega Permanaditya, menjadi sorotan setelah video yang diunggahnya viral di media sosial.
Video tersebut menuai kritik karena ucapan Gerardus dinilai warganet menyindir kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sejumlah penerima manfaat di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Dalam video yang beredar, Gerardus terlihat sedang menyantap hidangan ayam goreng atau chicken katsu. Ia kemudian melontarkan candaan mengenai kondisi ingatannya sambil tertawa.
"BTW gue makan chicken katsu masakan kemarin. Apakah masih enak? Mmm... Oh tidak! Ingatanku hilang 70 persen!,” ujar Gerardus dalam video tersebut.
Baca Juga
Ucapan mengenai hilangnya ingatan hingga 70 persen itu kemudian dikaitkan warganet dengan kondisi Febiona Purba, siswi SMKN 1 Berastagi, Kabupaten Karo, yang disebut mengalami gangguan kesehatan serta penurunan daya ingat setelah diduga mengalami keracunan dalam program MBG.
Salah satu pengguna media sosial X bahkan mengecam Gerardus dan menilai konten tersebut sebagai bentuk ejekan terhadap korban.
"Bajingan. Kami hadirken di linimasa X Handai Tolan sekelian, (lagi-lagi) kelakuan amoral binatang pegawai inti kubangan lumpur (SPPG)" tulis salah satu netizen di X.
"Makhluk menjijikkan ini bernama gerardus permanaditya, nampak dalam video yang ia unggah ia melakuken gimik mocking / mengejek pengalaman saudari Febiona Purba, seorang siswi SMK N 1 Berastagi, Karo, yang menjadi salah satu korban peracunan oleh BGN beberapa waktu silam" imbuhnya.
Setelah video tersebut ramai diperbincangkan, Gerardus kemudian memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf melalui video lainnya.
"Pertama-tama saya ucapkan permintaah maaf sebesar-besarnya atas pemberitaan di media sosial karena konten saya sebelumnya," ujar Gerardus.
Baca Juga
Gerardus membantah video tersebut dibuat untuk menyindir korban keracunan MBG. Ia mengatakan tidak memiliki maksud untuk menyinggung pihak tertentu.
"Tidak ada niat untuk menyinggung korban dari program tersebut" katanya.
Ia juga beralasan bahwa video yang dibuatnya tidak menyebut nama korban maupun program MBG. Gerardus kemudian menyebut narasi yang mengaitkan videonya dengan kasus korban MBG di Karo berasal dari framing salah satu akun di media sosial X.
"Sudah jelas di video itu saya tidak menyinggung atau nengucapkan suatu program atau korban dari program pemerintah. Namun oleh salah satu akun di X mereka melakuka cocokologi dengan korban MBG di Karo" ujar pria tersebut.