Gibran Sentil Oknum Pegawai SPPG Bantul yang Olok-olok Siswi Korban Keracunan MBG
Gibran menyayangkan sikap seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul yang mengolok-olok korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
fin.co.id - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyayangkan sikap seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul yang mengolok-olok korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Diketahui, karyawan SPPG bernama Gerardus Permanaditya itu mengunggah video di media sosial, yang diduga mengolok-olok dua siswa korban keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
“Gua makan chicken katsu masakan kemarin, apakah masih enak oh tidak. Ingatanku hilang 70 persen,” kata Gerardus.
Ucapan tersebut dinilai publik sebagai sindiran terhadap Febiona Purba, siswi SMK Bersama Berastagi di Karo.
Baca Juga
Febiona mengalami gangguan kesehatan, trauma, hingga penurunan daya ingat setelah menjadi korban keracunan massal program MBG.
Wapres Gibran pun menyayangkan sikap Gerardus tersebut.
"Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan," tulis Gibran di akun Instagram pribadinya, @gibran_rakabuming, dikutip Senin, 21 September 2026
Dua Korban Keracunan MBG Sudah Kembali ke Kabupaten Karo
Gibran juga menjelaskan, saat ini Agnesia dan Febiona telah kembali ke rumah masing-masing di Kabupaten Karo dan akan masuk sekolah kembali.
Dua siswi itu sempat menjalani perawatan di RSCM Jakarta hingga dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang. Di RSCM, dua siswi tersebut ditangani oleh tim ahli.
Baca Juga
"Saya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Tim Dokter RSCM (Prof. Dr. dr. Setyo Handryastuti, Sp.A(K), Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, Sp.KJ(K), Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswanto, Sp.A(K), dr. Fatima Safira Alatas, Sp.A(K), Dr. dr. Kristiana Siste, Sp.KJ(K)), Kemenkes, Dinkes Sumut serta seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses rujukan, perawatan, hingga pemulihan Agnesia dan Febiona," lanjut Gibran.