Azzam Mujahid Tulis Surat Terbuka untuk Prabowo, Soroti Etika Tutur Kata Presiden yang Kasar dan Kurang Pantas
Pegiat sosial dan kemanusiaan Azzam Mujahid Izzulhaq menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut disampaikan melalui akun X pribadinya, Selasa 22 September 2026.
fin.co.id – Pegiat sosial dan kemanusiaan Azzam Mujahid Izzulhaq menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut disampaikan melalui akun X pribadinya, Selasa 22 September 2026.
Dalam surat terbuka itu, Azzam menyampaikan sejumlah pandangan mengenai etika kepemimpinan dan penggunaan bahasa oleh seorang kepala negara ketika berbicara di ruang publik.
Azzam mengatakan surat tersebut ditulis sebagai bentuk kepedulian terhadap martabat kepemimpinan nasional serta etika dalam kehidupan berbangsa.
Menurut Azzam, Presiden tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan, tetapi juga menjadi salah satu representasi karakter, budaya, serta nilai bangsa melalui tutur kata dan tindakannya di hadapan publik.
Baca Juga
Ia mengaku prihatin terhadap sejumlah penggunaan diksi dan cara penyampaian Presiden Prabowo yang menurutnya tergolong kasar dan emosional.
"Kami memahami bahwa dinamika pemerintahan dan tekanan tugas seorang Kepala Negara sangatlah berat. Namun, tidak ada alasan atau pembenaran apa pun - baik kekecewaan, kekesalan, maupun tingginya tekanan kerja - yang layak membenarkan seorang Presiden mengucapkan kata-kata yang mencederai kesantunan dan budaya Nusantara kita," tulis Azzam dalam surat tersebut.
Azzam juga menilai setiap ucapan Presiden memiliki pengaruh besar karena menjadi perhatian masyarakat luas. Menurut dia, penggunaan bahasa yang dianggap tidak pantas dapat memengaruhi persepsi publik sekaligus menjadi contoh bagi generasi muda.
Melalui surat tersebut, Azzam mendorong Prabowo melakukan evaluasi terhadap cara berkomunikasi di ruang publik. Ia juga meminta Presiden menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Selain itu, Azzam meminta Presiden berkomitmen menggunakan bahasa yang santun dan menjaga etika kepemimpinan dalam berbagai kesempatan.
Azzam menegaskan surat terbuka tersebut bukan ditulis atas dasar kebencian. Ia menyebutnya sebagai bentuk teguran yang disampaikan karena kepedulian terhadap institusi kepresidenan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Baca Juga
"Kami merindukan sosok pemimpin yang tidak hanya tegas dalam bekerja, tetapi juga anggun dan menjadi teladan dalam bertutur kata," tulisnya.
Di akhir surat, Azzam mendoakan agar Presiden Prabowo diberikan petunjuk, hikmah, dan kesabaran dalam menjalankan tugas memimpin Indonesia.
Berikut Lengkap Surat Terbuka Azzam Mujahid untuk Prabowo:
Surat Terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tentang Imbauan Etika Kepemimpinan dan Penggunaan Penataan Tutur Kata di Ruang Publik
Bapak Presiden Republik Indonesia