KRI Sriwijaya-100 Belum Bisa Dioperasikan, KSAL Ungkap Butuh 4-5 Bulan untuk Ganti Peralatan Komunikasi
KSAL Muhammad Ali memastikan seluruh peralatan komunikasi KRI Sriwijaya-100 diganti. Prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu empat hingga lima bulan.
fin.co.id - Kapal Induk KRI Sriwijaya-100 diperkirakan membutuhkan waktu empat hingga lima bulan sebelum dapat beroperasi. Kapal tersebut baru bisa dioperasikan setelah seluruh peralatan komunikasinya diganti.
Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan penggantian dilakukan karena perangkat komunikasi yang terpasang di kapal induk tersebut masih menggunakan versi North Atlantic Treaty Organization (NATO).
"Butuh waktu mungkin empat bulan atau lima bulan sudah bisa operasional," kata Ali saat jumpa pers usai mengikuti upacara pemberian nama dan pengibaran bendera di Deck KRI Sriwijaya-100, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 24 September 2026.
Ali mengatakan, TNI AL akan menggunakan versi teknologi komunikasi sendiri sebagai pengganti perangkat yang saat ini terpasang di KRI Sriwijaya-100. Ia menjelaskan peralatan komunikasi milik Italia tersebut menggunakan versi NATO sehingga tidak dapat diberikan kepada pihak di luar NATO.
Baca Juga
"Peralatan komunikasi yang punya Italia itu kan versi NATO. Mereka (Nato) tidak akan memberikan itu (alat komunikasi) kepada yang lain selain NATO, maka kita menggunakan versi kita sendiri," lanjutnya.
Teknologi Komunikasi Diganti
Ali tidak merinci teknologi komunikasi apa saja yang nantinya dipasang di dalam kapal induk tersebut. Namun, ia memastikan proses pergantian teknologi tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama.
Setelah pergantian teknologi komunikasi selesai, TNI AL siap mengerahkan KRI Sriwijaya-100 dalam misi apapun sesuai perintah pimpinan.
KRI Sriwijaya-100 yang diperkuat oleh 400 awak kapal TNI AL baru saja berganti nama dari ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100.
Setelah kapal induk tersebut resmi diterima pemerintah Indonesia, TNI AL selaku pihak operator siap menerjunkan KRI Sriwijaya-100 dalam misi apapun, salah satunya penanggulangan bencana.