Macron Gebrak Podium PBB, Sindir Klaim Trump soal Perdamaian Gaza
Macron menyampaikan kritik tersebut beberapa jam setelah Trump berpidato di forum yang sama dan memaparkan upaya pemerintahannya terkait perdamaian di Gaza.
fin.co.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai situasi Gaza dalam Sidang Umum PBB.
Macron menyampaikan kritik tersebut beberapa jam setelah Trump berpidato di forum yang sama dan memaparkan upaya pemerintahannya terkait perdamaian di Gaza. Dalam pidatonya, Macron menilai klaim mengenai tercapainya perdamaian perlu dilihat dari kondisi kemanusiaan yang terjadi di lapangan.
Mengutip Reuters, Kamis 24 September 2026, Macron menyoroti belum dibukanya kembali akses kemanusiaan di Gaza. Ia bahkan menggebrak podium saat menyampaikan kritiknya di hadapan para peserta Sidang Umum PBB. ([Reuters][1])
"Setahun yang lalu, di ruangan ini, sekitar belasan negara telah mengakui Palestina. Saya mendengar sinisme sebagian orang 'pengakuan hanyalah selembar kertas, lihatlah kenyataannya,'" ujar Macron sembari memukul podium dengan kepalan tangannya dalam pidato terakhirnya di PBB.
Baca Juga
Macron kemudian mempertanyakan posisi negara-negara dunia dalam menyikapi kondisi Gaza. Menurut dia, klaim mengenai perdamaian tidak cukup jika akses bantuan kemanusiaan masih menghadapi persoalan.
"Namun, kredibilitas apa yang kita miliki jika kita terus berdiam diri menghadapi situasi di Gaza? Ada pihak yang membanggakan perdamaian semu. Padahal, perdamaian itu tidak membuka kembali akses kemanusiaan barang sedetik pun. Apakah kita hanya akan berdiam diri menyaksikan tontonan yang seharusnya membuat kita semua merasa malu?" lanjut dia.
Pernyataan Macron tersebut disampaikan setelah Trump menggunakan pidatonya di Sidang Umum PBB untuk memaparkan kebijakan luar negeri Amerika Serikat, termasuk langkah diplomatik dan isu konflik di Timur Tengah. ([Reuters][1])
Gedung Putih Balik Membela Trump
Kritik Macron kemudian mendapat respons dari Gedung Putih. Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan Trump justru merupakan pihak yang mengakhiri perang antara Israel dan Hamas.
Ia juga menyebut Trump berperan dalam pemulangan para sandera serta jenazah korban perang.
Baca Juga
"Presiden Trump mengakhiri perang antara Israel dan Hamas, membebaskan semua sandera yang masih hidup, memulangkan jenazah korban meninggal kepada keluarga mereka, dan kini memimpin pelaksanaan Rencana 20 Poin untuk Perdamaian di Gaza," ucap dia.
Anna Kelly juga membandingkan langkah pemerintahan Trump dengan negara-negara lain yang menurutnya hanya menyampaikan pernyataan tanpa mengambil tindakan langsung.
"Sementara pihak lain hanya bicara, Presiden ini menghadapi masalah rumit tersebut secara langsung. Tidak ada pihak lain yang berbuat lebih banyak demi perdamaian dan stabilitas di kawasan ini," ujar dia.
Isu Gaza menjadi salah satu persoalan utama dalam rangkaian Sidang Umum PBB tahun ini. Para pemimpin dunia berkumpul di New York di tengah berbagai konflik dan krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah. (Reuters)