Nasional

Masih Juga Terjadi! Ratusan Orang di Batang Diduga Keracunan Menu MBG

Kasus dugaan keracunan menu MBG terjadi di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Tercatat 411 penerima manfaat menjadi korban.

Masih Juga Terjadi! Ratusan Orang di Batang Diduga Keracunan Menu MBG
Dugaan keracunan menu MBG masih terus terjadi. Ratusan orang di Batang jadi korban.

fin.co.id - Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, hingga Kamis, 24 September 2026 siang tercatat telah mencapai 411 korban. Sebanyak 119 orang dirujuk, 20 orang masih berada di Puskesmas Bawang, sementara 272 lainnya menjalani rawat jalan.

Dari total tersebut, 50 korban merupakan balita, 141 anak usia sekolah, dan 220 orang diketahui mengonsumsi makanan yang dibawa pulang oleh penerima manfaat.

Menu MBG yang diduga menjadi penyebab ratusan penerima manfaat mengalami keracunan diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Sebanyak 11 lembaga pendidikan yang masuk dalam area distribusi SPPG tersebut adalah Teman Kanak-Kanak Al Ikhlas, SD Negeri 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Korotaayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.

Pemkab Batang Pastikan Penanganan Korban Keracunan

Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah memastikan kondisi 276 korban yang diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini sudah mulai membaik setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit maupun puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi di Batang, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi kesehatan seluruh pasien yang salah satunya sedang mendapatkan perawatan di RSUD Batang.

"Tadi pagi sekitar pukul 06.30 WIB saya memantau di RSUD Batang, tadi malam juga sampai pukul 23.45 WIB. Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik semua daripada sebelumnya," katanya.

Ia membantah adanya pasien meninggal dunia akibat dugaan keracunan program MBG di beberapa sekolah di Kecamatan Bawang adalah tidak benar.

"Kalau ada laporan yang meninggal pasti saya langsung ditelepon. Belum meninggal pun pasti sudah ada telepon dan pagi ini pun, alhamdulillah justru kondisi mereka mulai membaik," katanya.

Rumah Sakit dan Puskesmas Diminta Tampung Korban Keracunan

Wakil Bupati Suyono meminta semua rumah sakit maupun puskesmas rawat inap menampung para korban yang diduga mengalami keracunan program MBG.

"Kami meminta semua rumah sakit dapat menampung semua korban agar mendapatkan penanganan medis," katanya.

Ia mengatakan pihaknya akan meminta pertanggungjawaban dari masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atas terjadinya kasus keracunan ini.

"Jadi, perkembangan tetap kita tunggu. Yang penting kita prihatin bersama agar semoga kejadian ini yang terakhir kali," katanya.

Berita Terkait