Nasional . 26/09/2026, 21:59 WIB

314 Hektare Sawah Aceh Jaya Mulai Gunakan Teknologi Modern, Produksi Padi Dibidik 10 Ton

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Kementerian Pertanian (Kementan) mulai menerapkan metode pertanian modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. Program tersebut diawali dengan penanaman padi perdana di lahan seluas 314 hektare di Gampong Harapan, Kecamatan Panga.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh Firdaus mengatakan, penerapan PM-AAS di Aceh Jaya merupakan tahap awal dari program yang ditargetkan mencakup lahan lebih luas di seluruh Aceh.

"Untuk PM-AAS di Aceh Jaya tahap awal seluas 314 hektare itu program pertama. Untuk seluruh Aceh kita targetkan 34.500 hektare program PM AAS ini sampai bulan Desember 2026," kata Kepala BRMP Aceh, Firdaus dilansir dari Antara, Sabtu, 26 September 2026.

Menurut Firdaus, metode tersebut diterapkan untuk mendorong peningkatan produktivitas tanaman padi. Dengan sistem pertanian modern itu, hasil panen yang sebelumnya berada di kisaran enam ton per hektare diharapkan dapat meningkat hingga 10 ton per hektare.

"Kalau sekarang dari lima ton ada keuntungan sekitar Rp35 juta, berarti dengan program PM-AAS ini, kita bisa meningkatkan keuntungan petani menjadi Rp60 sampai Rp70 juta," ujarnya.

Salah satu perbedaan PM-AAS terletak pada pola tanam yang dibuat lebih rapat. Dengan pola tersebut, jumlah tanaman dalam satu hektare dapat ditingkatkan tanpa mengubah jarak antarbarisan.

"Jika biasanya 300.000 per rumpun (bibit), dengan sistem PM-AAS ini bisa menjadi 800.000. Jadi dia semakin rapat ke belakang tapi barisannya tetap 25 cm. Lebih efektif, efisien," katanya.

Firdaus berharap metode pertanian modern tersebut dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai wilayah Aceh. Menurutnya, keberhasilan penerapan program juga perlu didukung pendampingan dari penyuluh pertanian di masing-masing daerah.

"Penyuluh-penyuluh kita ini, sesuai target Pak Menteri Pertanian, harus mendampingi 50 hektare per satu orang penyuluh," ujarnya.

Selain pendampingan, Kementan juga menyiapkan sejumlah sarana pendukung untuk menunjang penerapan teknologi pertanian di tingkat petani. Salah satunya berupa seeder atau alat sorong benih padi yang didistribusikan kepada penyuluh dan desa.

"Total yang sudah disalurkan sekitar 3.045 unit dengan anggaran hampir Rp3 miliar," kata Firdaus.

Bupati Aceh Jaya Safwandi menyambut positif penerapan PM-AAS di wilayahnya. Ia berharap teknologi tersebut dapat mendorong peningkatan produktivitas padi sekaligus memberikan manfaat bagi petani.

Safwandi juga mengingatkan petani agar tetap mempertahankan lahan persawahan dan tidak mengalihfungsikannya menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Petani ini memang prioritas utama kita karena ini merupakan adalah pelayanan dasar dan kebutuhan bagi kita, pemerintah daerah sangat serius membantu petani," pungkasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com