Ekonomi . 26/09/2026, 22:15 WIB

Mengenal Bensin E20, Kandungan Etanol 4 Kali Lipat dari Pertamax Green 95

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Karena itu, apabila E20 nantinya diterapkan secara lebih luas, kompatibilitas kendaraan menjadi salah satu informasi penting yang perlu diperhatikan masyarakat.

Penggunaan etanol dalam bensin sebenarnya sudah berkembang cukup luas di sejumlah negara.

Amerika Serikat menjadi salah satu contoh negara yang telah lama menggunakan campuran etanol dalam bahan bakar kendaraan. Berdasarkan informasi dari Alternative Fuels Data Center, lebih dari 98 persen bensin yang dijual untuk penggunaan umum di Amerika Serikat telah mengandung etanol.

Produksi etanol di Amerika Serikat juga banyak menggunakan jagung sebagai bahan baku. Sekitar 94 persen produksi etanol di negara tersebut berasal dari pati yang terdapat pada biji jagung.

Etanol kemudian dicampurkan dengan bensin dalam persentase tertentu untuk digunakan sebagai bahan bakar kendaraan.

Pengalaman Amerika Serikat menunjukkan bahwa penggunaan campuran etanol dalam bensin dapat diterapkan dalam skala besar, meskipun penerapannya tetap berkaitan dengan standar bahan bakar dan spesifikasi kendaraan.

Selain Amerika Serikat, Brasil juga menjadi negara yang dikenal luas dalam pemanfaatan etanol sebagai bahan bakar.

Jika Amerika Serikat banyak menggunakan jagung, Brasil menjadikan tebu sebagai salah satu bahan baku utama produksi etanol.

Pemanfaatan bahan baku yang berbeda menunjukkan bahwa produksi etanol dapat disesuaikan dengan potensi sumber daya pertanian masing-masing negara.

Bagi Indonesia, pengembangan etanol juga membuka peluang pemanfaatan komoditas pertanian maupun biomassa yang tersedia di dalam negeri.

Namun, keberlanjutan pasokan bahan baku menjadi salah satu faktor penting jika penggunaan etanol ingin diperluas dalam skala nasional.

Tidak hanya tanaman pangan, bahan baku selulosa juga menjadi salah satu sumber yang dapat digunakan untuk menghasilkan etanol.

Bahan seperti sisa tanaman, serpihan kayu, dan produk sampingan industri dapat dimanfaatkan melalui teknologi tertentu untuk menghasilkan etanol.

Penggunaan bahan berbasis limbah memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi energi karena bahan bakunya berasal dari produk sampingan atau material yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.

Etanol dari bahan selulosa juga menjadi salah satu pengembangan teknologi yang menarik karena tidak semata-mata bergantung pada tanaman yang digunakan sebagai sumber pangan. (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com