Rosan Roeslani Puji Rumah Indonesia di Nagoya, Bukan Sekadar Promosi Budaya
Rumah Indonesia di Nagoya menjadi salah satu fasilitas pendukung Kontingen Indonesia selama Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
fin.co.id – Rumah Indonesia di Nagoya menjadi salah satu fasilitas pendukung Kontingen Indonesia selama Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keberadaannya dinilai memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar memperkenalkan budaya dan identitas Indonesia.
Ketua Umum PB PABSI Rosan Roeslani menilai Rumah Indonesia telah menjadi ruang terpadu yang dapat dimanfaatkan kontingen untuk berbagai keperluan. Mulai dari beristirahat, bekerja, menikmati makanan khas Indonesia hingga berinteraksi dengan masyarakat.
Penilaian tersebut disampaikan Rosan saat berkunjung ke Rumah Indonesia di kawasan Sakaemachi, Nagoya, Sabtu, 26 September 2026.
Mantan Chef de Mission (CdM) Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020 itu mengaku terkesan dengan konsep yang diterapkan di Rumah Indonesia. Menurutnya, fasilitas tersebut memberikan dukungan lebih menyeluruh bagi para atlet dan ofisial.
Baca Juga
"Wah, sangat luar biasa. Saya pernah jadi CdM juga di Tokyo. Kalau kita lihat, ini bukan hanya display mengenai Indonesia, tetapi juga tempat untuk para atlet kita yang rindu masakan Indonesia," ucap Rosan dalam keterangan resmi NOC Indonesia.
Menurut Rosan, keberadaan sejumlah fasilitas dalam satu tempat memberikan kemudahan bagi kontingen. Para atlet maupun ofisial dapat menggunakan Rumah Indonesia untuk berbagai kebutuhan tanpa harus berpindah lokasi.
"Tempatnya ada di satu lokasi dan ada empat lantai. Lantai empat bisa bekerja, jadi ini satu tempat yang benar-benar menjadi jendela Indonesia di sini," ujar dia.
Apresiasi untuk Tim CdM Indonesia
Dalam kunjungan tersebut, Rosan juga menyampaikan apresiasi kepada CdM Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, bersama seluruh tim yang mendukung kontingen.
Ia menyadari bahwa penyelenggaraan ajang olahraga multievent berskala besar seperti Asian Games selalu menghadirkan berbagai dinamika. Namun, berdasarkan komunikasi dengan CdM dan masukan dari sejumlah cabang olahraga, Rosan menilai persoalan yang muncul sejauh ini telah ditangani.
Baca Juga
"Yang pasti, dalam satu kegiatan, apalagi kegiatan akbar seperti ini, selalu ada dinamika. Tapi kalau saya lihat, bicara langsung dengan Pak CdM dan masukan juga dari teman-teman cabor, saya juga dari angkat besi, alhamdulillah tertangani dengan baik," terang Rosan.
Ia juga menyoroti respons cepat CdM beserta timnya dalam menghadapi berbagai perkembangan dan tantangan selama kompetisi. Menurutnya, respons tersebut turut memberikan rasa nyaman kepada atlet dan ofisial Indonesia.
"Mereka menyampaikan bahwa CdM dan tim sangat responsif dengan semua perkembangan dan tantangan yang ada, sehingga ini juga memberikan kenyamanan untuk para atlet dan ofisial saat akan bertanding. Harus kita acungi jempol," ungkap Rosan.
Rumah Indonesia resmi dibuka pada 19 September 2026. Selain menjadi tempat pendukung aktivitas kontingen, fasilitas yang berada di kawasan Sakaemachi tersebut juga berfungsi sebagai ruang pertemuan.
Atlet, ofisial, masyarakat Indonesia, hingga tamu dari berbagai negara dapat memanfaatkan Rumah Indonesia untuk bertemu sekaligus mengenal lebih dekat berbagai hal mengenai Indonesia selama gelaran Asian Games Aichi-Nagoya 2026.