Menag Nasaruddin Umar Dipercaya Jadi Presiden Majelis Imam Masjid Dunia
IGIC 2026 di Jakarta membentuk IAMI dan memilih Nasaruddin Umar sebagai presiden pertama. Forum ini juga menghasilkan Jakarta Understanding.
fin.co.id - Peran masjid dalam menjawab berbagai persoalan kemanusiaan menjadi salah satu perhatian dalam International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta. Forum yang berlangsung 25 – 27 September tersebut juga melahirkan The International Assembly of Mosque Imams (IAMI) dan mempercayakan Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar sebagai presiden pertama.
Selain membentuk IAMI, para peserta IGIC 2026 menghasilkan kesepakatan bersama bertajuk “Jakarta Understanding”. Deklarasi tersebut memuat sejumlah poin yang menempatkan para imam sebagai aktor penting diplomasi keagamaan.
IGIC 2026 diikuti peserta dari berbagai kawasan. Imam besar masjid terbesar di Eropa yang berada di Roma, yang dikenal dekat dengan Paus, turut hadir. Amerika Latin diwakili Argentina, disusul negara-negara Skandinavia, Prancis, dan Inggris.
Dari Asia hadir perwakilan Uzbekistan, Pakistan, dan India, sementara Malaysia tampil aktif mewakili Asia Tenggara. Dari dalam negeri, seluruh pengurus Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) beserta imam besar dari setiap provinsi pun ikut ambil bagian.
Baca Juga
Nasaruddin Umar Dipercaya Memimpin IAMI
Terpilihnya Menag Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI mendapat sambutan dari para imam besar, mufti, dan delegasi negara yang hadir dalam IGIC 2026. Menag kemudian menyampaikan harapannya agar para imam besar dunia memberikan dukungan dalam menjalankan amanah tersebut.
Ia bertekad menjalankan tugas dengan baik serta siap mengabdikan diri, tenaga, pikiran, dan waktunya demi kemaslahatan umat.
"Saya merasa tidak pantas untuk dipilih menjadi pimpinan imam besar; saya takut mengecewakan harapan dari sini. Karena itu, jika ini memang kehendak-Nya memilih saya sebagai pimpinan, saya harap agar dapat memahami kelemahan saya dan membantu saya mengatasi kelemahan itu," ungkapnya di Jakarta, Minggu, 27 September 2026.
Menag juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dia berharap para imam besar dunia turut membantunya dalam menjalankan amanah tersebut.
Dalam forum itu, Menag menegaskan perlunya perubahan dalam melihat fungsi masjid. Menurutnya, masjid tidak semestinya hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga perlu menjadi ruang yang memberdayakan umat, mempertemukan masyarakat, dan menghadirkan manfaat bagi kemanusiaan.
Baca Juga
“Masjid itu kita harus mengubah. Selama ini umat yang memberdayakan masjid, tetapi kita harus membalik, masjidlah yang harus memberdayakan umat,” ujar Menag.
Menag kemudian menjelaskan bahwa fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ibadah. Masjid juga menjadi tempat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, konsultasi, pertemuan, hingga ruang untuk mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.
“Masjid itu bukan hanya tempat, tetapi juga tempat pemberdayaan umat, masjid itu sekretariat Negara, sekretariat memberdayaan Imam, Masjid juga baitul Mal, pada zamannya,” tegasnya.
IAMI Jadi Wadah Para Imam Besar Dunia
Pembentukan IAMI merupakan respons atas banyak masukan dari berbagai imam, mufti, dan delegasi dari 46 negara yang mengikuti forum IGIC 2026. IAMI merupakan organisasi internasional yang menempatkan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembangunan masyarakat, solidaritas sosial, bimbingan moral, dan pembangunan perdamaian.