Pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara Dibuka, 180 Siswa Terpilih Bakal Sekolah Gratis hingga Lulus!
Polri membuka penerimaan SMA KTB angkatan ketiga pada 28 September-28 Oktober 2026 dengan kuota 180 siswa dan beasiswa penuh.
fin.co.id - Sebanyak 180 siswa akan diterima dalam angkatan ketiga Sekolah Menengah Atas Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) untuk tahun ajaran 2027–2028. Penerimaan siswa baru tersebut dibuka Polri mulai 28 September hingga 28 Oktober 2026 dan seluruh proses pendaftarannya tidak dipungut biaya.
Kepala Biro PID Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Saptono Erlangga Waskitoroso mengatakan peluncuran sistem penerimaan murid baru (SPMB) SMA KTB dihadiri langsung Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Deddy Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin.
"Pagi hari ini barusan kami melaksanakan launching sistem penerimaan murid baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Proses penerimaan berlangsung selama satu bulan, dimulai dari hari ini, sampai tanggal 28 Oktober," katanya di Mabes Polri, Senin, 28 September 2026.
Kepala Biro Watpres SDM Polri Inspektur Jenderal Polisi Budhi Herdi Susianto menjelaskan pola seleksi untuk angkatan ketiga masih menggunakan metode yang sama seperti penerimaan angkatan pertama dan kedua.
Baca Juga
"SMA KTB secara resmi sudah mendapatkan sertifikat IB World School (kurikulum internasional). Dengan sertifikat ini, kami membuka kembali penerimaan murid baru untuk angkatan ketiga yang akan masuk mulai tahun ajaran di 2027-2028," kata Budhi.
Saat ini, SMA KTB terus melanjutkan pendidikan angkatan pertama dan kedua yang masing-masing telah memasuki kelas X dan XI. Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan itu juga menjelaskan persyaratan dan tahapan seleksi bagi calon siswa angkatan ketiga.
Seleksi Dimulai dari Tingkat Daerah
Calon siswa harus merupakan lulusan SMP dengan nilai rapor semester I sampai IV rata-rata 80 untuk tiga mata pelajaran, yakni matematika, IPA, dan Bahasa Inggris.
Proses seleksi berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama digelar secara daring di tingkat daerah atau kabupaten.
"Untuk tahap pertama ini tesnya berupa TPA (tes potensi akademik-red)," terangnya.
Baca Juga
Berdasarkan hasil TPA, sebanyak 20 persen peserta akan disaring untuk mengikuti tes tingkat daerah yang menggunakan NST mata pelajaran. Dari tahapan tersebut, kemudian dipilih 300 orang untuk melanjutkan seleksi di tingkat pusat.
"Pada akhirnya dari 300 orang ini akan menerima siswa sebanyak 180 orang untuk angkatan ketiga. Jumlah ini sama dengan angkatan yang kedua," ujarnya.
Seluruh proses penerimaan siswa berlangsung gratis dan pendaftaran dilakukan secara online. Siswa yang berhasil lolos hingga menjadi bagian dari 180 peserta angkatan ketiga juga memperoleh pendidikan tanpa biaya.
"Selama pendaftaran tidak dipungut biaya, pendaftaran dilaksanakan secara online. Selama mengikuti pendidikan dari kelas satu sampai kelas tiga juga full beasiswa dengan sistem boarding (asrama)," katanya.