Siap-siap! Harga BBM Nonsubsidi Diprediksi Naik Oktober 2026, Pertamax Cs Jadi Berapa?
Sejumlah produk seperti Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex berpotensi kembali mengalami kenaikan pada Oktober 2026.
Dengan memperhitungkan pergerakan harga MOPS dan nilai tukar rupiah, Yayan memperkirakan harga BBM nonsubsidi berpotensi naik sekitar 5-11 persen jika mengikuti formula.
Artinya, apabila seluruh perubahan harga tersebut diteruskan ke harga jual konsumen, sejumlah jenis BBM nonsubsidi berpotensi mengalami kenaikan pada Oktober.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa proyeksi harga berdasarkan formula tidak otomatis berarti harga tersebut akan benar-benar diterapkan kepada konsumen.
Ada berbagai pertimbangan lain yang dapat memengaruhi keputusan harga BBM di dalam negeri.
Baca Juga
Salah satunya adalah kebijakan pemerintah dan keputusan badan usaha dalam menetapkan harga jual BBM nonsubsidi.
Pertamax Diprediksi Kembali Ditahan
Salah satu jenis BBM yang menjadi perhatian adalah Pertamax. Berdasarkan perhitungan Yayan, harga keekonomian Pertamax saat ini berada di sekitar Rp18.350 per liter.
Jika mengikuti formula secara penuh, harga Pertamax berpotensi berada pada level tersebut. Namun, Yayan memperkirakan harga Pertamax kemungkinan kembali ditahan pemerintah.
“Bila mengikuti formula, harga BBM nonsubsidi naik 5–11 persen. Pertamax kemungkinan besar ditahan lagi, tetapi harga aslinya kini sekitar Rp18.350 per liter,” kata Yayan.
Dengan demikian, konsumen perlu membedakan antara harga keekonomian berdasarkan formula dengan harga jual yang benar-benar ditetapkan dan diumumkan oleh pemerintah atau badan usaha.
Baca Juga
Pertamax Green 95 Bisa Tembus Rp21.200
Selain Pertamax, produk BBM berbasis campuran etanol, Pertamax Green 95, juga diproyeksikan mengalami kenaikan.
Harga Pertamax Green 95 saat ini disebut berada di sekitar Rp19.150 per liter. Dengan perkembangan harga minyak olahan dan perhitungan formula, harganya diproyeksikan naik menjadi sekitar Rp21.200 per liter.
Jika proyeksi tersebut terealisasi, kenaikan harga akan cukup terasa bagi konsumen yang menggunakan jenis BBM tersebut.
Pertamax Green 95 sendiri merupakan BBM dengan campuran etanol 5 persen atau dikenal sebagai E5. Produk ini menjadi salah satu bagian dari pengembangan bahan bakar dengan komponen energi terbarukan.