Nasional . 29/09/2026, 06:47 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Gus Nadir kemudian mengajak pihak-pihak yang terlibat dalam polemik untuk membaca karya tersebut secara utuh dan mendiskusikan bagian yang dipersoalkan.
"Kita bisa duduk bersama. Bukunya dibuka. Bagian yang dipersoalkan dibaca secara utuh. Kita bisa membaca karya sastra ini bersama-sama. Pengkritik diberi kesempatan menyampaikan keberatan, penulis diberi kesempatan menjawab. Tidak semua perbedaan harus selesai hari itu juga. Yang penting, setiap orang dapat pulang tanpa merasa diancam atau direndahkan."
Ia menegaskan bahwa membaca karya dengan tenang tidak berarti mengurangi kecintaan kepada Nabi Muhammad.
"Membaca dengan tenang tidak mengurangi cinta kepada Nabi. Mendengarkan penjelasan juga tidak membuat iman kita berkurang."
Gus Nadir juga mengatakan dirinya tidak meminta seluruh pembaca menyukai buku tersebut. Ia hanya berharap karya Feby diberikan kesempatan untuk dipahami berdasarkan keseluruhan cerita, bukan semata-mata melalui judul.
"Saya tidak meminta semua orang menyukai buku Feby atau menyetujui pembacaan saya. Saya berharap kita memberi kesempatan kepada sebuah cerita untuk dipahami sebelum menghukumnya melalui judulnya."
Pada bagian akhir penjelasannya, Gus Nadir mengajak pembaca menjadikan cerita dalam Memburu Muhammad sebagai bahan refleksi terhadap keteladanan Nabi Muhammad.
"Abu Jahal dalam cerita itu memburu Muhammad di dunia modern. Kita yang membacanya mendapat pertanyaan yang lebih dekat: ketika seseorang berjumpa dengan kita, adakah akhlak yang mengingatkannya kepada Nabi? Bahkan saat marah dan tersinggung pun, kebesaran akhlak Nabi Muhammad jelas terlihat. Sudahkah kita meneladani beliau SAW?"
Ia berharap perbedaan pandangan mengenai buku tersebut tidak menghilangkan sikap lembut, adil, dan penuh kasih dalam kehidupan sehari-hari.
"Semoga di tengah perbedaan ini, orang tetap bisa menemukan kelembutan beliau SAW dalam cara kita berbicara, keadilan beliau SAW dalam cara kita menilai, dan kasih sayang beliau SAW dalam cara kita memperlakukan sesama" pungkas Nadir. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media