Viral

Heboh Buku Memburu Muhammad, Penulis Buka Suara Katanya Punya Niat Baik

Penulis buku Memburu Muhammad dan Bukan Perawan Maria, Feby Indirani, akhirnya buka suara mengenai dua karya fiksi yang belakangan dipersoalkan sejumlah pihak dan tengah didalami kepolisian.

Heboh Buku Memburu Muhammad, Penulis Buka Suara Katanya Punya Niat Baik
Buku Memburu Muhammad

Riwayat Penerbitan Dua Buku

Feby menjelaskan Bukan Perawan Maria pertama kali diterbitkan pada 2017. Saat peluncuran buku tersebut, Menteri Agama RI kala itu, Lukman Hakim Saifuddin, disebut hadir dan memberikan pidato kebudayaan.

Buku tersebut kemudian diterjemahkan dan diterbitkan di Italia pada 2019. Di Indonesia, Bukan Perawan Maria selanjutnya diterbitkan kembali oleh Bentang Pustaka yang merupakan bagian dari Mizan Group.

Adapun Memburu Muhammad terbit pada 2020. Buku tersebut mendapatkan kata pengantar dari Gus Nadirsyah Hosen.

Saat peluncuran secara daring di tengah pandemi COVID-19, buku itu juga dibahas oleh Gus Ulil Abshar Abdalla yang ketika itu merupakan Ketua PBNU.

Feby menegaskan bahwa kedua karya tersebut dibuat dengan tujuan mengajak pembaca melakukan refleksi, berdialog, serta melihat kembali kehidupan beragama dari sudut pandang yang lebih luas.

"Saya menulis dari dalam diri masyarakat Muslim sendiri. Karya-karya ini lahir dengan niat baik, sebuah ikhtiar kreatif mengajak kita merenung, berdialog, dan memeriksa diri sendiri. Menghakimi karya sastra hanya dari judul atau potongan teks di media sosial yang dibingkai sedemikian rupa secara tidak berimbang, justru menjauhkan misi sastra sebagai bagian dari pendidikan dan kemaslahatan umat," pungkasnya. *

Berita Terkait