Hanura Usul Dewas Pemilu, KPU-Bawaslu-DKPP Bakal Diawasi Lembaga Baru
Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, mengusulkan pembentukan lembaga baru bernama Dewas Penyelenggara Pemilu dalam pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu.
Dalam agenda konsolidasi di Palu, jajaran DPP Hanura disambut Sekretaris DPD Hanura Sulawesi Tengah, Muhammad Ismail Junus. Sementara Wali Kota Palu Hadianto Rasyid tidak hadir karena sebelumnya telah mengundurkan diri dari posisi Ketua DPD Hanura Sulteng.
Rio mengatakan keputusan Hadianto untuk meninggalkan posisi struktural di partai tentu memiliki pertimbangan tersendiri. Meski tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPD, ia menilai Hadianto tetap menjadi bagian dari keluarga besar Hanura.
"Saya pikir langkah-langkah yang diambil oleh Wali Kota Palu tentu punya pertimbangan dan alasan tersendiri. Dia tidak lagi menjadi Ketua DPD, tapi merupakan bagian dari keluarga besar partai Hanura," ujar Rio.
Rio juga menyatakan keyakinannya bahwa Hadianto masih dapat memberikan kontribusi bagi Hanura meskipun tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan partai.
Baca Juga
"Perjuangan itu bisa dari mana saja. Kami meyakini Wali Kota itu pasti akan bekerja untuk partai Hanura walaupun tidak menjabat Ketua DPD," kata Rio.
Menurutnya, Hadianto memiliki rekam perjalanan yang panjang bersama Hanura di Sulawesi Tengah. Karena itu, pengunduran dirinya dari struktur partai dinilai tidak otomatis mengurangi kekuatan Hanura di wilayah tersebut.
Rio juga menegaskan bahwa Hanura tidak akan menutup peluang bagi Hadianto apabila kembali maju dalam Pilkada. Ia mengatakan dukungan partai akan mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan kemampuan calon dalam membangun Sulawesi Tengah.
"Hanura tidak kemudian mem-blacklist, itu bukan tipe Hanura. Sepanjang itu untuk kepentingan rakyat, dan memang rakyat menghendaki dia, pasti Hanura akan dukung. Siapapun itu," kata Pelaksana Tugas (Plt) DPD Hanura Sulteng itu.