Politik

Syahganda Sebut Pikiran Prabowo Perlu Dikomunikasikan agar Dipahami Publik

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan mengatakan gagasan dan pemikiran Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu hal yang tidak mudah dipahami masyarakat.

Syahganda Sebut Pikiran Prabowo Perlu Dikomunikasikan agar Dipahami Publik
Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan.

fin.co.id - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan mengatakan gagasan dan pemikiran Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu hal yang tidak mudah dipahami masyarakat. Berbeda dengan program pemerintah yang dapat dilihat secara langsung, pemikiran Presiden dinilai membutuhkan komunikasi yang lebih intensif agar dapat dipahami publik.

"Yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran Presiden. Program oke, kemudian orang melihatnya, tapi pikiran (sulit ditangkap oleh masyarakat)," kata Syahganda dikutip, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Menurut Syahganda, pemikiran Prabowo berkaitan dengan gagasan konstitusional sehingga perlu disampaikan kepada masyarakat secara lebih luas.

"Nah, pikiran-pikiran beliau itu adalah pikiran-pikiran konstitusional. Dan itu penting sampai rakyat tahu semua," ujarnya.

Untuk memperkuat komunikasi tersebut, Syahganda bersama Wakil Kepala Bakom Fadli Hartono akan melanjutkan sejumlah program yang sebelumnya telah berjalan. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan komunikasi dan membangun hubungan yang lebih intensif dengan media serta wartawan.

Syahganda mengatakan komunikasi dua arah diperlukan agar pesan pemerintah dapat diterima masyarakat sekaligus aspirasi publik dapat disampaikan kembali kepada pemerintah.

"Itu tentu kita harus banyak ketemu teman-teman media, teman-teman wartawan. Bagaimana dialog antara pemerintah dan teman-teman media itu bisa pada akhirnya menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat, dan pesan-pesan masyarakat kembali kepada pemerintah," tuturnya.

"Jadi, ada dialog yang intensif nantinya," sambung Syahganda.

Selain memperkuat hubungan dengan media, Bakom juga akan mempelajari perkembangan teknologi komunikasi, khususnya algoritma dan kecerdasan buatan (AI). Menurut Syahganda, perubahan teknologi tersebut turut memengaruhi cara pesan pemerintah diterima masyarakat.

"Pertama, meneruskan program-program yang sudah ada. Yang kedua, kita akan mempelajari soal algoritma," katanya.

Syahganda menyebut perkembangan algoritma dan AI sebagai tantangan baru dalam komunikasi pemerintah. Untuk mengkaji persoalan tersebut, Bakom berencana membentuk kelompok atau tim khusus.

"Kita akan masuk juga ke sana. Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok atau tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran Presiden dengan masyarakat," tuturnya.

Ia menambahkan, strategi komunikasi pemerintah ke depan tidak hanya akan bergantung pada media massa. Bakom juga akan melihat pola komunikasi yang berkembang seiring perubahan teknologi digital.

"Jadi, selain dibantu oleh teman-teman media, kita juga memikirkan itu ke depan," katanya.

Syahganda menilai komunikasi dan narasi memiliki posisi penting dalam perjalanan sebuah bangsa. Karena itu, Bakom diarahkan untuk membangun komunikasi yang dapat menjadi penghubung antara pemerintah dengan masyarakat.

Berita Terkait