Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8, 55 Korban Masih Dicari
Basarnas menilai operasi pencarian bawah air tidak lagi efektif untuk dilanjutkan dalam kondisi tersebut.
fin.co.id - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menghentikan operasi penyelaman untuk mencari korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang hingga hari ke-21 masih belum ditemukan.
Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR mengevaluasi kondisi korban dan situasi badan kapal yang terus mengalami perubahan sejak kecelakaan terjadi. Basarnas menilai operasi pencarian bawah air tidak lagi efektif untuk dilanjutkan dalam kondisi tersebut.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan kondisi jasad korban yang berada di dalam kapal telah berubah dibandingkan hari-hari awal operasi.
“Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung, sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut dengan komunikasi yang dimiliki tim,” kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam konferensi pers operasi SAR hari ke-21 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam 3 Oktober 2026.
Baca Juga
Menurut Syafii, perubahan juga terjadi pada struktur kapal yang semakin tidak stabil. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi korban dari dalam kapal menjadi semakin sulit dan berisiko.
“Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang,” ujarnya.
Basarnas berharap proses salvage atau pengangkatan badan kapal dapat segera dilakukan oleh pemilik kapal. Pengangkatan tersebut dinilai penting untuk memastikan keberadaan korban yang kemungkinan masih berada di dalam kapal.
Syafii mengatakan operasi penyelaman yang dilakukan selama beberapa hari terakhir juga tidak lagi menemukan korban baru.
“Kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan, dan tiga hari terakhir ini tidak menemukan korban lagi,” tuturnya.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah bagian kapal yang belum dapat diperiksa secara menyeluruh. Salah satunya adalah bagian lambung kiri.
Baca Juga
Basarnas mempertimbangkan keselamatan penyelam karena kondisi bagian dalam kapal dan badan kapal dinilai sangat labil. Situasi tersebut membuat penyelaman lanjutan memiliki risiko tinggi bagi personel SAR.
“Meski menghentikan operasi penyelaman, tetapi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan setelah evaluasi pada hari ke-21, Basarnas memutuskan tetap melanjutkan operasi SAR dengan memfokuskan operasi pencarian pada wilayah-wilayah yang berpotensi korban hanyut terbawa arus air laut, yakni di perairan Kalsel, Kalteng, dan Kalbar.”
Pencarian selanjutnya akan difokuskan pada wilayah perairan yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus. Tim SAR akan menyisir sejumlah wilayah perairan di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat.
Hingga hari ke-21 operasi SAR, Sabtu, 4 Oktober 2026 pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 188 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercantum dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 80 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, masih terdapat 55 korban yang hingga kini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.