APBN 2027 Tembus Rp4.106 Triliun, Said Abdullah Soroti Nasib 280 Juta Rakyat
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengingatkan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 tidak sekadar dilihat dari besarnya angka yang tercantum di dalamnya.
Pemerataan pembangunan, lanjut Said, harus dirasakan hingga ke tingkat desa.
Karena itu, alokasi Transfer ke Daerah sebesar Rp735 triliun dan Dana Desa Rp77 triliun perlu diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik, menekan angka kemiskinan, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Said mengatakan ukuran keberhasilan pembangunan desa tidak cukup hanya berdasarkan jumlah jalan yang dibangun maupun banyaknya fasilitas fisik yang berhasil didirikan.
Dampak pembangunan seharusnya dapat terlihat dari peningkatan pendapatan masyarakat, tumbuhnya aktivitas ekonomi, membaiknya pelayanan dasar, serta semakin terbukanya kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan kehidupan di daerah asalnya.
Baca Juga
Serapan Anggaran Bukan Satu-Satunya Ukuran
Said juga meminta evaluasi terhadap kinerja kementerian dan lembaga dilakukan dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada hasil.
Menurutnya, tingginya realisasi penyerapan anggaran belum otomatis menunjukkan bahwa sebuah program telah berhasil mencapai tujuan.
"Penyerapan hanya menjelaskan bahwa uang telah dibelanjakan, tetapi belum menjelaskan apakah persoalan rakyat sudah diselesaikan," ujarnya.
Karena itu, setiap program pemerintah perlu dilihat berdasarkan dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.
Baca Juga
Ukuran tersebut antara lain mencakup kemudahan akses pendidikan dan kesehatan, peningkatan kesejahteraan petani, ketepatan distribusi subsidi, perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penciptaan lapangan pekerjaan, serta pengurangan kesenjangan antarwilayah.
"Setiap rupiah uang rakyat harus menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat, dan setiap program harus dapat dipertanggungjawabkan bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari perubahan yang dihasilkannya dalam kehidupan masyarakat," kata Said.
Pada akhirnya, Said menilai ukuran keberhasilan APBN bukan hanya terletak pada seberapa besar anggaran yang mampu dibelanjakan pemerintah.
Menurut dia, keberhasilan anggaran negara seharusnya tercermin dari semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk memperbaiki taraf hidup.
"APBN bukan sekadar tentang berapa besar uang yang dapat dibelanjakan negara, melainkan seberapa besar perubahan yang dirasakan rakyat setelah uang itu dibelanjakan," pungkasnya.