Politik . 05/10/2026, 07:02 WIB

DPR Minta Kuota Petugas Haji Perempuan Ditambah, Manasik 2027 Diimbau Lebih Praktis

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Komposisi jemaah haji yang lebih banyak perempuan menjadi salah satu perhatian Komisi VIII DPR RI dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Kondisi tersebut mendorong Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya meminta jumlah petugas haji perempuan ditambah, sekaligus mendorong penguatan materi manasik bagi calon jemaah.

Dari sekitar 5.913 jemaah haji asal Sumatera Utara, sekitar 3.300 merupakan perempuan, sedangkan jemaah laki-laki sekitar 2.500 orang. Atalia menilai komposisi itu perlu diimbangi dengan ketersediaan petugas haji perempuan yang memadai agar kebutuhan spesifik jemaah perempuan dapat tertangani dengan baik.

“Kami mendorong agar dari sisi pendampingan untuk ibadah haji, khususnya petugas haji dan juga pendampingan ibadah, mudah-mudahan bisa ditambah dari komposisi jumlah perempuannya,” ujar Atalia.

Hal tersebut disampaikan Atalia dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat, 2 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, Komisi VIII menggali masukan terkait kesiapan penyelenggaraan ibadah haji sekaligus mengevaluasi berbagai aspek pelayanan kepada jemaah.

Komposisi Petugas Haji Perempuan Jadi Perhatian

Atalia menjelaskan, pada penyelenggaraan ibadah haji 2026, sekitar 55 persen jemaah merupakan perempuan. Sementara itu, komposisi petugas haji perempuan berada di kisaran 33 persen.

Menurutnya, keberadaan petugas perempuan memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan terhadap kebutuhan khusus jemaah perempuan selama penyelenggaraan ibadah haji.

“Kita berharap mudah-mudahan tahun ini tidak ada pengurangan, bahkan harusnya lebih banyak dari itu, karena kita tahu dari tahun ke tahun komposisi perempuan yang akan berangkat ternyata lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki,” jelas legislator Fraksi Partai Golongan Karya tersebut.

Selain persoalan komposisi petugas, Atalia juga meminta materi manasik haji diperkuat. Menurutnya, pembekalan bagi calon jemaah tidak cukup hanya membahas aspek hukum, rukun, wajib, dan sunah ibadah.

Calon jemaah juga perlu mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek praktis yang akan dihadapi sejak perjalanan menuju Tanah Suci hingga selama berada di Arab Saudi.

“Kita berharap ada pembekalan yang lebih dalam terkait dengan bagaimana cara menggunakan seatbelt misalkan di pesawat terbang, bagaimana terkait dengan keselamatan di pesawat terbang, bagaimana cara menggunakan toilet yang mungkin berbeda dibandingkan dengan toilet yang biasa mereka pergunakan, termasuk juga penggunaan telepon genggam dan lain sebagainya,” tutur Atalia.

Manasik Didorong Lengkapi Simulasi dan Video Edukasi

Menurut Atalia, pembekalan praktis menjadi penting, terutama bagi jemaah yang belum terbiasa menggunakan fasilitas tertentu selama perjalanan ibadah haji. Karena itu, ia mendorong agar manasik dilengkapi simulasi dan video edukasi yang mudah dipahami calon jemaah.

“Kami berharap bahkan kalau bisa ada simulasi-simulasi atau video-video yang memberikan edukasi. Saya kira itu akan sangat-sangat membantu bagi calon jemaah haji,” ujarnya.

Atalia menegaskan, berbagai temuan dan masukan yang diperoleh Komisi VIII DPR RI dalam kunjungan kerja tersebut akan menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI. Hasil kunjungan selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan masukan Komisi VIII dalam mendorong kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com