Politik . 05/10/2026, 19:13 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengajak masyarakat Indonesia untuk semakin percaya diri menggunakan sekaligus mengembangkan produk buatan dalam negeri.
Pesan tersebut disampaikan Muhaimin saat menanggapi penggunaan mobil dinas barunya, Maung MV3 Garuda Limousine dengan pelat nomor RI 27, di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.
"Bangga buatan Indonesia!" ujar Muhaimin Iskandar di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026, menanggapi pergantian mobil dinasnya dengan Maung MV3 Garuda Limousine berpelat RI 27.
Menurut Muhaimin, Maung tidak sekadar menjadi kendaraan yang digunakan untuk menunjang aktivitasnya sebagai menteri. Lebih dari itu, kendaraan tersebut menjadi gambaran perkembangan kemampuan industri nasional dalam menghasilkan produk bernilai tinggi untuk mendukung kebutuhan strategis negara.
"Bukti penting kalau Indonesia mampu. Dirancang, dirakit, dan dikerjakan oleh tangan anak bangsa sendiri," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketum PKB ini dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, proses menghadirkan satu unit Maung melibatkan rantai industri yang panjang. Tahapannya tidak berhenti pada perakitan, tetapi mencakup desain, rekayasa, pengujian, validasi hingga produksi.
Dalam proses tersebut, berbagai pemasok serta industri pendukung dari sejumlah daerah turut terlibat. Penggunaan komponen produksi dalam negeri juga menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan kendaraan tersebut.
Adapun beberapa komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri, seperti mesin dan transmisi, masih diperoleh melalui kerja sama dengan mitra dari luar negeri.
Menurut Muhaimin, pola pengembangan seperti itu menunjukkan bahwa membangun produk nasional sekaligus berarti membangun ekosistem industri secara bertahap.
Muhaimin menilai semangat membangun industri nasional juga dapat diterapkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia mengatakan skala produk yang dihasilkan UMKM memang berbeda dengan Maung, namun tantangan dasarnya memiliki kesamaan, terutama dalam membangun kualitas, kepercayaan konsumen, akses pasar, serta keberanian menggunakan produk sendiri.
"Produk yang dibuat pelaku usaha di desa mungkin berbeda skala dengan Maung, tetapi memiliki persoalan yang sama, yaitu bagaimana membangun kualitas, kepercayaan, pasar, dan keberanian untuk menggunakan karya sendiri," kata pria yang biasa disapa Cak Imin ini.
Karena itu, Menko Muhaimin ingin kepercayaan terhadap produk karya anak bangsa semakin tumbuh. Ia berharap produk Indonesia tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga mendapat tempat utama di pasar dalam negeri.
Pemerintah, kata dia, dapat ikut mendorong proses tersebut dengan memberikan ruang, menggunakan produk lokal, sekaligus membantu memperluas pasar bagi produk dalam negeri.
"Penggunaan Maung oleh sejumlah pejabat negara menjadi salah satu contoh bagaimana produk industri nasional mulai hadir di ruang-ruang strategis pemerintahan. Saat ini, sejumlah unit kendaraan buatan PT Pindad telah dialokasikan kepada pejabat negara, khususnya jajaran menteri koordinator. Semangatnya tetap sama, yaitu pakai karya sendiri, besarkan bangsa sendiri," katanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media