Politik . 07/10/2026, 09:00 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
"Proses selanjutnya tergantung Parpol di DPR," lanjut Said Didu.
Selain kemungkinan proses politik di DPR, Said Didu juga menyebut adanya kemungkinan langkah hukum lain terkait pemberian keterangan dalam proses pencalonan Wakil Presiden.
"Selain itu masyarakat juga sudah bisa menggugat Gibran dengan alasan memberikan keterangan 'palsu' untuk persyaratan jadi Wapres," tulisnya.
Said Didu kemudian menyampaikan kritik keras terhadap pemerintahan dan pengaruh politik keluarga Jokowi.
"Bangsа ini terlalu lama disibukkan oleh dinasty Jokowi," tulis Said Didu.
Ia bahkan menggunakan istilah "daki" untuk menggambarkan pandangannya terhadap dinasti politik Jokowi.
"Dinasty Jokowi bagaikan 'daki' bangsa yang harus dibersihkan," ujarnya.
Said Didu juga menyampaikan apresiasi kepada Denny Indrayana dan pihak-pihak yang mengajukan gugatan ke MK.
"Tetap semangat bersihkan 'daki' bangsa," tulisnya.
"Kita berterima kasih kepada Bung @dennyindrayana dkk karena gugatannya maka dari pertimbangan hukum yg dibacakan sudah terbukti bhw Wapres Gibran tidak memiliki ijasah SLTA atau sederajat," lanjut Said Didu.
Menurut Said Didu, putusan tersebut masih membuka ruang bagi pihak lain untuk mempersoalkan dugaan keterangan yang diberikan dalam proses pencalonan Gibran. *
Apa arti putusan MK malam ini ?
1) Gibran terbukti tidak memiliki ijazah SLTA atau setara.
2) Gibran tidak memenuhi syarat sebagai Wapres.
3) Gugatan pemohon tidak diterima (hanya) karena pemohon/penggugat tidak memiliki legal standing. Pihak terkait juga tidak memiliki legal standing.
4) tindak lanjut dari pelanggaran Gibran seperti tidak pada butir 1 dan 2 terkait dengan pemakzulan Gibran, (sudah) bisa dilakukan lewat proses politik karena sudah terbukti melanggar. Proses selanjutnya tergantung Parpol di DPR.
5) selain itu masyarakat juga sudah bisa menggugat Gibran dengan alasan memberikan keterangan “palsu” untuk persyaratan jadi Wapres.
Bangsa ini terlalu lama disibukkan oleh dinasty Jokowi. Dinasty Jokowi bagaikan “daki” bangsa yg harus dibersihkan.
Tetap semangat bersihkan “daki” bangsa.
— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) October 6, 2026
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media