Nasional

Usai Polemik Pendidikan Gibran, Eks Ketua MK Jimly Asshiddiqie Usul Syarat Ijazah Capres-Cawapres Dihapus

Jimly menilai persoalan administrasi pendidikan tidak semestinya menjadi fokus utama dalam menentukan seseorang layak memimpin negara. Menurut dia, keputusan akhir mengenai seorang calon presiden dan wakil presiden semestinya berada di tangan rakyat melalui pemilu.

Usai Polemik Pendidikan Gibran, Eks Ketua MK Jimly Asshiddiqie Usul Syarat Ijazah Capres-Cawapres Dihapus
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 5 Maret 2026.

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran

Pernyataan Jimly muncul sehari setelah MK membacakan putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran saat mengikuti Pilpres 2024.

Dalam putusannya, MK menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima karena mereka tidak memiliki kedudukan hukum atau legal standing untuk mengajukan perkara tersebut.

Namun, dalam pertimbangannya, MK menyatakan tidak menemukan atau mendapatkan bukti meyakinkan yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang dapat dijadikan dasar untuk penyetaraan dengan pendidikan minimal setingkat SMA atau sederajat.

Meski demikian, MK menyatakan tidak dapat membatalkan ataupun mendiskualifikasi Gibran dari jabatannya sebagai Wakil Presiden. Mahkamah juga menjelaskan bahwa persoalan mengenai keabsahan dan pemenuhan syarat pencalonan merupakan ranah lembaga lain yang memiliki kewenangan terkait. *

Berita Terkait