Viral . 09/10/2026, 10:19 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Adegan perpisahan itu menjadi bagian emosional dalam video. Ilustrasi tersebut menggambarkan hubungan antara orang tua dan anak ketika harus berpisah demi menempuh pendidikan dan mengejar masa depan.
Cerita kemudian beralih ke perjalanan pendidikan Gibran di luar negeri. Video menampilkan keterangan tahun 2002 dengan latar Orchid Park Secondary School di Singapura.
Gibran digambarkan mengenakan seragam sekolah, berjalan di lingkungan pendidikan, serta berinteraksi dengan teman-temannya. Adegan tersebut memperlihatkan gambaran kehidupan seorang pelajar yang mulai beradaptasi dengan lingkungan baru.
Selanjutnya, video berpindah ke Australia dengan keterangan tahun 2005. Sejumlah pemandangan Sydney ditampilkan sebelum ilustrasi memperlihatkan gedung University of Technology Sydney (UTS) dan keterangan UTS Insearch.
Dalam bagian ini, Gibran digambarkan menjalani kegiatan pendidikan di lingkungan kampus. Ia juga terlihat berdiri di depan kelas dan berbicara di hadapan mahasiswa lainnya.
Rangkaian adegan tersebut menggambarkan perjalanan dari momen perpisahan dengan keluarga hingga kehidupan pendidikan di luar negeri.
Meski dikemas dengan narasi emosional, video itu merupakan ilustrasi yang diduga menggambarkan perjalanan pendidikan Gibran.
Video ilustrasi tersebut beredar usai polemik ijazah SMA Gibran di Mahkamah Konstitusi.
Syarat pendidikan Gibran saat maju sebagai calon Wakil Presiden di Pilpres 2024, digugat oleh Denny Indrayana dan kawan-kawan.
Dalam putusannya, MK akhirnya menolak gugatan tersebut dan akui tak punya wewenang mendiskualifikasi Gibran. Meski begitu, MK putuskan Gibran tidak memiliki ijazah setara SMA saat calon Wapres 2024. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media