Nasional . 10/10/2026, 19:57 WIB

Pemprov Sumbar Salurkan 52 Ribu Bibit Ikan untuk Pembudidaya Terdampak Bencana di Solok

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyalurkan bantuan sekitar 52 ribu bibit ikan beserta pakan kepada pembudidaya yang terdampak bencana di Kabupaten Solok. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan usaha perikanan dan membantu masyarakat kembali menjalankan kegiatan ekonomi.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di kawasan Padang Belimbing, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Jumat, 9 Oktober 2026.

Kegiatan itu turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Masheri Yanda Boy, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Syefdinon.

Mahyeldi menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah untuk membantu warga memulihkan kondisi setelah bencana. Ia juga telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar melakukan pendataan kebutuhan masyarakat dan memberikan dukungan sesuai bidang masing-masing.

“Seluruh kepala dinas telah kita minta melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, termasuk di Kabupaten Solok,” ujar Mahyeldi.

Ia berharap bantuan bibit ikan dan pakan dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga para pembudidaya bisa kembali berproduksi dan memulihkan sumber pendapatan keluarga.

Sementara itu, Kepala DKP Sumbar Syefdinon menjelaskan bahwa pemerintah juga menyiapkan program lanjutan untuk memperkuat sektor perikanan budidaya sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui Program Budidaya Perikanan Darat Tematik yang direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027.

Program tersebut dirancang untuk memperluas kegiatan budidaya berbasis nagari dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Setiap lokasi direncanakan mendapatkan sekitar 20 kolam, bibit ikan, serta pakan untuk satu siklus pemeliharaan selama empat bulan.

Setelah panen perdana, para pembudidaya diharapkan dapat melanjutkan kegiatan usaha secara mandiri dengan membiayai siklus budidaya berikutnya.

Untuk dapat mengikuti program tersebut, pemerintah nagari perlu menyediakan lahan seluas 1.000 meter persegi dan berkoordinasi dengan DKP Sumbar. Program ini ditargetkan menjangkau 10.000 titik pada 2027, kemudian meningkat menjadi 40.000 titik pada 2029.

“Kami berharap nagari-nagari di Kabupaten Solok dapat mempersiapkan persyaratan sejak awal agar berpeluang memanfaatkan program ini,” kata Syefdinon.

Selain mendukung produksi, DKP Sumbar juga berupaya memperkuat jaringan pemasaran hasil budidaya. Pemerintah tengah menjajaki keterhubungan antara pembudidaya dengan sejumlah calon pembeli, di antaranya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), lembaga pemasyarakatan, sekolah kedinasan, hotel, dan rumah makan.

Pengembangan jaringan tersebut diharapkan memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kepastian penyerapan hasil panen para pembudidaya.

“Ekosistem pemasarannya sedang kita bangun. Jika ini berjalan, pembudidaya akan memiliki akses pasar yang lebih luas dan kepastian serapan hasil panen,” ujarnya.

Salah seorang penerima bantuan, M Fajar Yatim, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Sumbar terhadap pembudidaya yang terdampak bencana. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat Padang Belimbing memulihkan usaha perikanan dan mengembangkannya kembali.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com