Ekonomi . 10/10/2026, 22:03 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dudy berharap anggaran stimulus tahun ini setidaknya dapat menyamai alokasi pada periode sebelumnya. Menurutnya, kebijakan serupa telah memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam membantu mengurangi biaya perjalanan.
Stimulus transportasi biasanya menjadi salah satu kebijakan yang dinantikan menjelang musim liburan. Pasalnya, permintaan tiket untuk berbagai moda transportasi cenderung meningkat ketika masyarakat mulai merencanakan perjalanan pulang kampung, berlibur, atau mengunjungi keluarga.
Apabila stimulus kembali diberikan, masyarakat berpeluang memperoleh keringanan biaya sesuai dengan ketentuan yang nantinya ditetapkan pemerintah.
Namun, besaran potongan harga maupun cakupan insentif tetap bergantung pada keputusan resmi yang akan diumumkan
Kepastian mengenai stimulus transportasi tidak hanya dibutuhkan oleh calon penumpang, tetapi juga oleh perusahaan penyedia jasa transportasi.
Pengumuman lebih awal dapat membantu operator menyesuaikan mekanisme penjualan tiket, harga perjalanan, serta persiapan layanan selama periode liburan.
Dudy menegaskan bahwa persiapan pembelian tiket membutuhkan waktu. Karena itu, pemerintah diharapkan segera menyampaikan rincian kebijakan agar masyarakat bisa menyusun rencana perjalanan dengan lebih matang.
Dengan adanya kepastian lebih awal, calon penumpang juga dapat mempertimbangkan pilihan moda transportasi, tanggal keberangkatan, dan anggaran perjalanan.
Sementara itu, operator transportasi memiliki kesempatan untuk menyiapkan sistem penjualan tiket sesuai dengan aturan stimulus yang berlaku.
Sebagai gambaran, pemerintah sebelumnya mengalokasikan Rp190,5 miliar untuk subsidi tarif transportasi darat dan laut pada masa libur sekolah Juni–Juli 2026. Anggaran tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 3,07 juta pengguna.
Program itu mencakup potongan harga sebesar 30 persen untuk perjalanan kereta api dan kapal laut.
Pemerintah juga memberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada layanan penyeberangan feri sesuai dengan skema yang ditetapkan.
Selain dukungan untuk transportasi darat dan laut, pemerintah menganggarkan Rp472,7 miliar untuk insentif PPN DTP sebesar 100 persen bagi tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Insentif tersebut diproyeksikan dapat dinikmati sekitar 2,3 juta penumpang.
Untuk periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027, pemerintah dikabarkan menyiapkan dukungan fiskal senilai Rp61,4 miliar bagi transportasi nonudara. Anggaran tersebut ditujukan untuk menjangkau sekitar 2,87 juta pengguna.
Pada saat yang sama, insentif PPN DTP untuk tiket pesawat domestik disiapkan dengan nilai Rp722 miliar. Program ini diproyeksikan dapat menjangkau sekitar 3,7 juta penumpang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media