Terkepung Api di Lantai 3, Siti Nekat Lempar Anak ke Bangunan Sebelah Lalu Loncat demi Selamatkan Nyawa
Peristiwa menegangkan itu terjadi saat kebakaran melanda rumah makan Padang di Jalan Pegambiran Nomor 45B, RT 013 RW 08, Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jumat pagi, 9 Oktober 2026.
"Jadi dia lagi bantuin di belakang dapur. Nah pas kejadian itu, dia panik sama anaknya, ngambil anaknya di kamar. Udah balik lagi, ngelihat api di tangga turun, nggak bisa lagi dia keluar, makanya dia loncat ke situ tuh." kata Haikal.
Haikal mengatakan, kondisi lantai tiga yang sudah dipenuhi api membuat jalan keluar melalui tangga sulit dilalui. Dalam keadaan tersebut, Siti dan sejumlah karyawan berusaha menyelamatkan diri melalui bangunan di sebelah.
Siti akhirnya berhasil turun melalui atap kedai bakso dengan bantuan warga. Ia diduga mengalami luka-luka, sedangkan anaknya dilaporkan selamat tanpa luka.
Kebakaran Diduga Berawal dari Kebocoran Gas
Kebakaran rumah makan Padang tersebut terjadi sekitar pukul 07.35 WIB. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 07.41 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Baca Juga
Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengatakan kebakaran diduga bermula dari kebocoran tabung gas saat pekerja hendak menggantinya ketika sedang memasak.
"Kronologi, ketika pekerja sedang memasak dan ingin mengganti tabung gas, tiba-tiba terjadi penyalaan di dapur lantai 3. Dan pekerja berusaha memadamkan api yang membesar dengan APAR tetapi api sudah membesar dan pekerja mengalami luka bakar dan sudah dibawa ke RS," jelasnya.
Para pekerja sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, api telanjur membesar sehingga upaya tersebut tidak berhasil menghentikan penyebarannya.
Akibat kejadian itu, empat pegawai rumah makan mengalami luka-luka dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Di tengah kebakaran yang mengancam penghuni bangunan, Siti dan anaknya berhasil selamat. Peristiwa tersebut memperlihatkan betapa gentingnya situasi yang dihadapi para penghuni ketika api membesar dan jalur evakuasi tidak lagi dapat digunakan. *