Konsolidasi Golkar Menuju Pemilu 2029 Dikebut, Kader Diperintahkan Turun hingga RT/RW
Golkar menargetkan konsolidasi dan restrukturisasi jaringan pemenangan di Jawa-Kalimantan rampung akhir 2026 demi Pemilu 2029.
fin.co.id – Partai Golkar mempercepat persiapan menghadapi Pemilu 2029 dengan menginstruksikan seluruh kader memperkuat jaringan partai hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Konsolidasi tersebut harus berjalan berjenjang, sementara restrukturisasi jaringan pemenangan di wilayah Jawa dan Kalimantan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Instruksi itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu wilayah Jawa-Kalimantan, Wihaji, saat memimpin Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar di Hotel Pullman, Bandung, Minggu, 10 Oktober 2026.
Rakornis yang mengusung tema “Arah Kebijakan dan Rencana Strategi Partai Golkar Menghadapi Pemilu Tahun 2029″ tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah pengurus dan kader dalam menyiapkan strategi pemenangan. Golkar menekankan pentingnya kerja nyata dan konsolidasi hingga tingkat masyarakat paling bawah.
“Kita tidak memiliki waktu untuk bersantai. Kemenangan Partai Golkar di 2029 tidak akan jatuh dari langit, melainkan dibangun lewat keringat dan kerja keras kita hari ini. Karena itu, konsolidasi wajib dilakukan secara berjenjang, masif, dan berkelanjutan,” tegas Wihaji.
Baca Juga
Wihaji Instruksikan Kader Golkar Perkuat Jaringan hingga RT/RW
Wihaji meminta seluruh kader dan tokoh partai, baik yang bertugas di lembaga legislatif maupun eksekutif, turun langsung menjangkau masyarakat. Ia menegaskan, konsolidasi tidak boleh berhenti di tingkat kabupaten atau kecamatan, tetapi harus berlanjut hingga desa dan kelurahan, RW, serta RT.
“Saya minta seluruh kader turun langsung menjangkau akar rumput. Konsolidasi tidak boleh hanya berhenti di tingkat Kabupaten atau Kecamatan, tetapi harus menembus hingga ke tingkat Desa/Kelurahan, RW, dan RT. Jaringan ini adalah garda terdepan kita untuk merebut hati rakyat,” tambahnya.
Menurut arahan tersebut, jaringan di tingkat akar rumput menjadi bagian penting dalam strategi Golkar menghadapi Pemilu 2029. Karena itu, seluruh jajaran diminta segera bergerak ke lapangan dan memastikan jaringan pemenangan terbentuk secara solid.
Rakornis di Bandung dihadiri 96 peserta. Mereka terdiri dari 25 unsur Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, 21 unsur kepala daerah, 49 unsur DPD Partai Golkar tingkat provinsi, serta satu orang Kepala Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) Pusat.
Konsolidasi Golkar di Jawa dan Kalimantan Ditargetkan Rampung Akhir 2026
Baca Juga
Untuk memastikan instruksi berjalan sesuai rencana, DPP Partai Golkar menetapkan tenggat penyelesaian konsolidasi dan restrukturisasi jaringan di tingkat basis. Wihaji menargetkan seluruh proses tersebut di wilayah Jawa dan Kalimantan rampung pada penghujung 2026.
Kehadiran unsur legislatif, kepala daerah, pengurus tingkat provinsi, dan badan saksi dalam Rakornis menjadi bagian dari upaya menyelaraskan langkah menghadapi kontestasi politik mendatang.
Melalui konsolidasi berjenjang hingga tingkat RT/RW, Partai Golkar menyiapkan struktur dan jaringan pemenangan di Jawa serta Kalimantan untuk menghadapi Pemilu 2029.