Ekonomi . 12/10/2026, 10:23 WIB

IHSG Tertekan di Awal Pekan, Investor Waspadai Harga Minyak dan Gejolak Global

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Pergerakan pasar saham Indonesia pada awal pekan dibayangi sejumlah risiko eksternal, mulai dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah hingga agenda rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mencermati arah harga minyak, pergerakan imbal hasil obligasi, serta perkembangan inflasi global sebelum menentukan langkah investasi.

Pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat dibuka menguat. Namun, pada pukul 09.55 WIB, indeks berbalik melemah 29,49 poin atau 0,48 persen ke level 6.064,27. Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga turun 3,10 poin atau 0,52 persen ke posisi 598,57.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi sepanjang pekan ini. Investor juga perlu memperhatikan dampak kenaikan harga minyak dan perluasan cakupan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi pada kisaran 6.000-6.215 pada pekan ini. Namun perlu waspadai dampak kenaikan harga minyak dan perluasan cakupan saham High Shareholding Concentration (HSC),” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Harga Minyak dan Agenda Ekonomi Global Jadi Perhatian

Perkembangan geopolitik menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG. Serangan Houthi terhadap bandara Arab Saudi kembali memanaskan ketegangan di Timur Tengah dan memunculkan risiko kenaikan harga minyak mentah.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Rusia setuju memasok bahan bakar diesel ke pasar AS maupun pasar global. Pelaku pasar turut mencermati perkembangan tersebut di tengah ketidakpastian kondisi energi dunia.

Perhatian investor juga tertuju pada kondisi konsumen AS. Berdasarkan estimasi awal, indeks sentimen konsumen University of Michigan turun ke level 46,3 pada Oktober 2026. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak Mei 2026.

Selain itu, pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bangkok, Thailand, pada 12-18 Oktober 2026 menjadi agenda penting pekan ini. Pertemuan berlangsung ketika dunia menghadapi biaya energi dan utang publik yang tinggi, pasar obligasi yang tidak stabil, serta kenaikan suku bunga.

Ratna mengatakan, investor akan mengikuti pernyataan para pejabat bank sentral dunia dan laporan terbaru mengenai prospek ekonomi global dari IMF.

“Pasar akan mencermati pidato dari para pejabat bank sentral seluruh dunia serta dirilisnya laporan World Economic Outlook versi terbaru dari IMF pada hari Selasa (13/10),” ujar Ratna.

Dari AS, pasar akan menantikan data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) yang dijadwalkan rilis pekan ini. Sejumlah emiten besar di negara tersebut juga mulai mengumumkan laporan keuangan kuartal III-2026.

Sementara itu, sentimen domestik selama pekan ini diperkirakan relatif terbatas. Karena itu, pergerakan IHSG berpotensi lebih sensitif terhadap perkembangan luar negeri, terutama inflasi AS, data perdagangan dan inflasi China, pergerakan yield Treasury, serta harga minyak mentah global.

Bursa Global Menguat, Pasar Asia Bergerak Beragam

Pergerakan bursa global pada penutupan Jumat (09/10) menunjukkan penguatan di Eropa dan Amerika Serikat. Di Eropa, Euro Stoxx 50 naik 0,76 persen, FTSE 100 Inggris menguat 1,06 persen, DAX Jerman bertambah 1,13 persen, dan CAC 40 Prancis naik 0,95 persen.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com