Internasional

Gegara Serangan Houthi, Bandara Riyadh Ditutup hingga 15 Oktober 2026

Bandara utama di ibu kota Arab Saudi itu dipastikan tidak beroperasi hingga 15 Oktober 2026. Dikutip dari AFP, Selasa 13 Oktober 2026, rentetan serangan dalam beberapa hari terakhir dilaporkan menyebabkan 18 korban, termasuk 13 orang meninggal dunia.

Gegara Serangan Houthi, Bandara Riyadh Ditutup hingga 15 Oktober 2026
Houthi Serang Bandara Riyadh

fin.co.id - Otoritas Arab Saudi memperpanjang penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menyusul serangkaian serangan kelompok Houthi dalam beberapa hari terakhir. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan pemeriksaan keselamatan fasilitas bandara.

Bandara utama di ibu kota Arab Saudi itu dipastikan tidak beroperasi hingga 15 Oktober 2026. Dikutip dari AFP, Selasa 13 Oktober 2026, rentetan serangan dalam beberapa hari terakhir dilaporkan menyebabkan 18 korban, termasuk 13 orang meninggal dunia.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menyatakan perpanjangan penutupan diperlukan untuk menuntaskan pemeriksaan keselamatan serta memastikan seluruh fasilitas siap digunakan kembali sebelum operasional penerbangan dibuka.

Seorang sumber senior di sektor penerbangan yang memantau penerbangan ke kawasan Teluk menyebut otoritas penerbangan Saudi telah memberi tahu maskapai pada Senin bahwa penghentian operasional akan berlangsung setidaknya hingga Kamis.

"Mereka memberi tahu kami bahwa penangguhan akan berlangsung setidaknya hingga hari Kamis. Tidak ada penerbangan hingga akhir pekan," ujar sumber tersebut kepada AFP.

Sumber itu juga mengungkapkan bahwa Terminal 3 dan Terminal 4 mengalami kerusakan akibat serangan. Selain itu, sejumlah perangkat radar dan komunikasi bandara dilaporkan terdampak. Kondisi landasan pacu pun masih belum diperiksa.

Etihad dan Gulf Air Batalkan Penerbangan

Penutupan Bandara Internasional King Khalid turut mengganggu jadwal penerbangan sejumlah maskapai yang melayani Riyadh.

Etihad Airways, maskapai nasional Uni Emirat Arab (UEA), membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga pekan depan. Keputusan tersebut diambil di tengah situasi keamanan yang belum kondusif di kawasan tersebut.

Etihad juga menangguhkan penerbangan ke Dammam dan Jeddah, dua kota lain di Arab Saudi, selama pekan ini.

Langkah serupa dilakukan Gulf Air, maskapai nasional Bahrain. Perusahaan tersebut membatalkan seluruh penerbangan menuju Riyadh hingga Sabtu mendatang.

Layanan Metro Menuju Bandara Dihentikan

Dampak gangguan keamanan tidak hanya dirasakan oleh sektor penerbangan, tetapi juga transportasi darat menuju bandara.

Seorang pejabat senior Riyadh Metro mengatakan kepada AFP bahwa layanan menuju tiga stasiun yang melayani Bandara Internasional King Khalid dihentikan sementara.

Penutupan bandara dan penghentian layanan transportasi tersebut membuat perjalanan penumpang menuju maupun dari Riyadh berpotensi terganggu dalam beberapa hari ke depan.

Berita Terkait